Norwegia Akhiri Penantian 28 Tahun Piala Dunia, Haaland Ungkap Lega

Must read

JAKARTA || Erling Haaland menutup malam dingin di San Siro dengan kelegaan yang tampak dari sorot matanya. Dua gol yang ia lesakkan hanya dalam rentang dua menit bukan sekadar memastikan kemenangan 4-1 atas Italia, tetapi juga menandai berakhirnya penantian panjang 28 tahun Norwegia untuk kembali merasakan panggung Piala Dunia. “Saya senang, tapi lebih merasa lega,” ujar Haaland, dalam pernyataannya kepada UEFA, Senin. “Ada banyak tekanan dan saya benar-benar merasakannya.”

Kemenangan besar atas Italia, juara Eropa 2020, menjadi penegasan kebangkitan Norwegia—tim yang pernah diasosiasikan dengan kedisiplinan dan organisasi pertahanan pada era 1990-an. Berbeda dengan generasi sebelumnya, Norwegia kini bergantung pada mesin gol paling eksplosif di Eropa. Haaland, 25 tahun, menyumbang 16 gol dari delapan laga kualifikasi, kontribusi yang menempatkannya dalam jajaran penyerang paling produktif dalam sejarah babak kualifikasi Eropa.

Di San Siro, Haaland kembali menunjukkan efektivitas yang selama ini menjadi ciri khasnya: bergerak cepat di ruang sempit, menyelesaikan peluang tanpa ragu. “Ini tentang masuk ke situasi di mana saya bisa mencetak gol, dan saya berhasil melakukannya dua kali hari ini. Rasanya gila,” katanya. Ia tahu bahwa setiap sentuhan tidak hanya mengubah jalannya pertandingan, tetapi juga membuka peluang baru bagi negara yang lama terpinggirkan dari pesta sepak bola terbesar dunia.

Kemenangan besar di Milan juga memperlihatkan sisi lain dari Norwegia: kemampuan tampil agresif dan sulit ditebak. “Fakta bahwa kami bisa datang ke sini dan menang 4-1 menunjukkan bahwa kami agak sulit ditebak,” ujar Haaland. Pernyataan itu mencerminkan optimisme baru dalam skuad asuhan Ståle Solbakken—suatu keyakinan bahwa Norwegia bukan lagi sekadar tim pekerja keras, tetapi kini hadir sebagai kekuatan ofensif dengan identitas yang lebih modern.

Bagi Norwegia, lolos ke Piala Dunia 2026 bukan hanya soal mengakhiri penantian panjang. Ini adalah momentum generasi emas yang selama bertahun-tahun hanya menjadi wacana: Haaland, Martin Ødegaard, dan sejumlah talenta muda lain yang kini mencapai kematangan. Dan bagi Haaland sendiri, pencapaian itu menjadi jawaban atas ekspektasi besar yang selalu memayungi setiap langkahnya.

“Saya bangga. Ini sungguh fantastis,” tuturnya. Dalam satu malam, ia bukan hanya memastikan tiket Piala Dunia—ia memulangkan kembali kepercayaan sebuah bangsa kepada tim nasionalnya. (rih)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article