TEHERAN | Militer Israel memperkirakan operasi militer terhadap Iran masih akan berlangsung setidaknya tiga pekan ke depan. Perkiraan tersebut muncul seiring klaim bahwa ribuan target militer dan industri pertahanan Iran masih berada dalam daftar sasaran serangan.
Juru bicara militer Israel dari Israel Defense Forces (IDF), Brigadir Jenderal Effie Defrin, menyatakan bahwa operasi militer saat ini telah direncanakan bersama sekutu utama Israel, yakni Amerika Serikat.
“Kami memiliki ribuan target di depan. Kami siap melanjutkan operasi setidaknya hingga perayaan Paskah Yahudi, sekitar tiga minggu dari sekarang, bahkan dengan rencana yang lebih luas setelahnya,” kata Defrin dalam wawancara dengan CNN, Minggu (16/3/2026).
Serangan militer Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026. Operasi awal tersebut diklaim menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta lebih dari 40 pejabat tinggi lainnya. Sejak itu, serangan terus berlanjut dengan sasaran utama peluncur rudal balistik, sistem pertahanan udara, serta fasilitas industri militer.
Targetkan Industri Militer Iran
Pejabat militer Israel menyebut operasi saat ini berbeda dari konflik sebelumnya, yaitu Perang Israel–Iran Juni 2025 yang berlangsung selama 12 hari. Jika pada konflik sebelumnya Israel berupaya menghambat pengembangan senjata nuklir Iran, operasi kali ini disebut lebih luas karena menargetkan keseluruhan infrastruktur pertahanan Iran.
Militer Israel menyatakan sedang berupaya secara sistematis melemahkan industri pertahanan Iran, termasuk kemampuan produksi rudal balistik, sistem pertahanan udara, hingga teknologi siber dan satelit pengintai.
Dalam beberapa pekan terakhir, Israel mengklaim telah menyerang lebih dari 1.700 aset industri militer Iran. Target tersebut mencakup perusahaan besar yang berafiliasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) hingga perusahaan kecil yang memproduksi komponen sistem persenjataan.
Menurut pejabat militer Israel, kerusakan pada fasilitas produksi tersebut disebut telah mengganggu kemampuan Iran untuk memproduksi rudal balistik baru dalam waktu dekat.
Fokus pada Program Nuklir dan Pusat Kekuasaan
Selain fasilitas industri militer, serangan juga diarahkan ke sejumlah lokasi yang berkaitan dengan program nuklir Iran. Target meliputi pusat riset, fasilitas pengembangan teknologi, serta perusahaan yang memproduksi komponen bagi program nuklir tersebut.
Serangan juga menyasar pusat komando pasukan keamanan internal Iran, termasuk unit paramiliter Basij yang berada di bawah struktur IRGC. Fasilitas tersebut dinilai sebagai bagian dari jaringan kekuasaan keamanan rezim di Teheran.
Ribuan Tentara Iran Diklaim Tewas
IDF memperkirakan antara 4.000 hingga 5.000 personel militer Iran tewas dalam serangan Israel sejak konflik terbaru dimulai. Selain itu, puluhan ribu lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Sebagian besar korban disebut berasal dari anggota pasukan keamanan internal dan unit paramiliter Basij yang terlibat dalam operasi pertahanan dan keamanan domestik Iran.
Meski demikian, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak luar, sementara pemerintah Iran belum memberikan angka resmi mengenai jumlah korban dalam konflik yang masih berlangsung tersebut. (rih)

