JAKARTA || Di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, praktik tambal ban liar kembali mencuat. Polisi Pamong Praja Kecamatan Jatinegara mengaku sudah berulang kali menegur, tapi usaha tambal ban nakal tetap hidup diam-diam, seperti hantu jalanan.
Kepala Satpol PP Jatinegara, Teguh Nurdin Amali, mengatakan upaya pendataan dan teguran tak pernah berhenti. “Begitu kami datangi, kadang mereka tidak ada. Saat lengah, usaha itu muncul lagi,” ujarnya. Karena itu, patroli akan digiatkan, termasuk penyisiran ranjau paku yang meresahkan pengendara.
Puncak ketegangan terjadi Jumat malam, 26 September. Seorang relawan penyapu ranjau paku, Usmanto (36), tiba-tiba dikejar pria membawa bambu saat sedang membersihkan jalan dengan magnet. Video kejar-kejaran itu viral di media sosial. “Saya kaget, langsung lari. Oknum itu bawa pentungan,” kata Usmanto.
Menurutnya, tambal ban liar itu hanya beroperasi selepas Magrib hingga dini hari. Siang hari, lokasi terlihat bersih. Namun warga dan relawan tahu, malam adalah waktunya ranjau paku bertebaran dan tambal ban nakal mengintai.
Sejak Senin malam, 29 September, usaha itu memang tak lagi tampak. Tapi pengalaman bertahun-tahun membuat banyak orang skeptis. Jalan gelap, ranjau paku, tambal ban yang sembunyi-sembunyi, semuanya bisail hadir sewaktu-waktu. (rih)

