MELAWI || Sabtu Suasana di Jembatan Melawi II yang menghubungkan Kecamatan Nanga Pinoh dan Kecamatan Pinoh Utara berubah menjadi lautan manusia. Sejak pukul 15.00 WIB, ribuan warga Kabupaten Melawi tumpah ruah demi menyaksikan tradisi ekstrem yang memacu adrenalin: Perang Mercon, Sabtu (21/3/2026).
Pemandangan tak biasa terlihat di sepanjang akses menuju jembatan. Ratusan kendaraan roda dua terparkir berjejer hingga ratusan meter, menciptakan kepadatan luar biasa. Warga rela berhimpit-himpitan berjalan kaki demi mendapatkan posisi terbaik untuk melihat “adu nyali” di atas Sungai Melawi.
Layaknya medan pertempuran sesungguhnya, puluhan motor air (speed atau perahu mesin) tampak bermanuver di sungai, melepaskan tembakan kembang api dan mercon ke arah jembatan. Tak tinggal diam, puluhan pemuda dari atas Jembatan Melawi II membalas dengan serangan serupa ke arah bawah.
Berbagai jenis mercon, dari ukuran kecil hingga besar, meledak di udara dan permukaan air, menciptakan suara menggelegar dan kepulan asap tebal.
Meski sangat berisiko dan berpotensi menyebabkan luka bakar serius, para peserta tampak tidak gentar. Bagi sebagian masyarakat, ini adalah tradisi turun-temurun, namun bagi yang lain, ini adalah puncak hiburan setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri.
“Memang bahaya kalau terkena ledakan, tapi bagi kami ini sudah dianggap permainan dan hiburan setahun sekali. Ada kepuasan tersendiri,” ujar salah satu warga di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, kerumunan warga masih memadati area jembatan, sementara aparat setempat terus memantau situasi guna memastikan keamanan para pengguna jalan yang melintas. (jnr)

