JAKARTA || Bus putih besar berhenti tepat di depan Stadion Madya, kompleks Gelora Bung Karno, Senin (3/6/2025) petang. Jarum jam menunjukkan pukul 18.05 WIB. Satu per satu pemain Timnas Indonesia keluar dari kendaraan, menyapa beberapa staf yang sudah lebih dulu hadir. Di antara yang disalami, tampak Simon Tahamata—Kepala Pemandu Bakat PSSI—berdiri di tepi lapangan bersama Indra Sjafri, mantan pelatih Timnas U-20.
Itulah momen awal latihan perdana Timnas Indonesia di Jakarta setelah sebelumnya menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali sejak 26 Mei lalu. Latihan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi skuad untuk dua laga terakhir di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C Zona Asia.
Dari 30 nama yang dipanggil pelatih Shin Tae-yong, sudah 29 pemain yang bergabung. Kevin Diks, pemain bertahan kelahiran Belanda, menjadi tambahan terakhir yang hadir di Jakarta. Hanya Maarten Paes, penjaga gawang FC Dallas, yang belum bergabung.
Manajer Timnas Indonesia, Komisaris Besar Polisi Sumardji, memastikan semua pemain dalam kondisi prima. “Alhamdulillah tidak ada yang cedera. Latihan keras di Bali kemarin bisa dilalui pemain dengan semangat tinggi,” ujar Sumardji kepada wartawan.
Latihan kali ini menjadi awal persiapan untuk dua pertandingan krusial. Indonesia akan menjamu China di Stadion Utama GBK pada Kamis (5/6/2025), pukul 20.45 WIB. Setelah itu, mereka bertolak ke Jepang untuk menghadapi tim kuat Asia tersebut pada 10 Juni 2025 pukul 17.35 WIB.
Indonesia kini berada di posisi keempat klasemen sementara Grup C dengan 9 poin, unggul tiga poin atas China dan Bahrain. Di atas Indonesia, ada Arab Saudi (10 poin), Australia (13 poin), dan Jepang yang kokoh di puncak klasemen dengan 20 poin.
Dengan dua pertandingan tersisa, Tim Garuda setidaknya harus menekuk China untuk menjaga asa lolos ke babak selanjutnya. Laga melawan Jepang, sementara itu, lebih banyak dipandang sebagai ujian mental dan kualitas.
Catatan redaksi, keberadaan pemain naturalisasi seperti Diks dan Paes menunjukkan strategi jangka panjang PSSI dalam memperkuat skuad Garuda dengan kombinasi pemain lokal dan diaspora. Apakah formula ini akan cukup untuk menembus putaran keempat kualifikasi, akan terjawab dalam sepekan ke depan. (rih)

