KOTA PROBOLINGGO || Yayasan Pondok Pesantren Al Aliyatul Mukarromah menggelar acara Al Aliyatul Mukarromah Bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan religius ini diikuti ratusan para santri.
Acara berlangsung di lingkungan pondok dengan penuh kekhidmatan dan semangat cinta kepada Rasulullah. Lantunan sholawat bergema, menciptakan suasana yang syahdu dan menyejukkan.
Dalam sambutannya,Pengasuh Pondok,Umi Hanik menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar tradisi, melainkan bentuk nyata kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Sholawat adalah wujud cinta kita kepada Rasulullah. Semoga santri bisa membawa semangat sholawat ini ke rumah dan ke masyarakat, sehingga keberkahan Maulid Nabi benar-benar terasa,” ungkap Umi Hanik, Senin (29/9/2025).
Oleh karena itu,ini menjadi pengingat penting bahwa tanggung jawab seorang santri tidak berhenti di dalam pondok saja. Di luar lingkungan pesantren, santri tetap membawa amanah besar untuk menjaga akhlak dan kehormatan nama baik Ponpes Al Aliyatul Mukarromah di tengah masyarakat,” pintanya.
Sejak ba’da maghrib, halaman pondok di Jalan Indragiri Kelurahan Kanigaran ini mulai dipadati santri yang bersiap mengikuti acara. Dengan berpakaian rapi khas santri, mereka duduk berjejer sambil melantunkan sholawat bersama.
Selain itu, suasana semakin syahdu ketika iringan hadroh dan lantunan suara bersama mengisi udara malam. Cahaya lampu yang menghiasi area pondok menambah kehangatan suasana malam. Kehadiran ratusan santri menjadikan acara ini tampak hidup dan penuh semangat kebersamaan.
Sementara itu, Penceramah Ust Hakimuddin menyampaikan, bagi santri, momen ini menjadi ajang silaturahmi. Lebih dari itu, acara ini memperkuat ikatan spiritual sebelum mereka pulang ke kampung halaman masing-masing.
“ Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selalu menjadi bagian penting dari tradisi Pondok Al Aliyatul Mukarromah. Bagi para santri, acara ini mengandung nilai pendidikan spiritual yang mendalam. Tidak hanya memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi juga mengingatkan kembali tentang ajaran beliau yang menekankan akhlak mulia, kepedulian sosial, dan rasa cinta kasih kepada sesama,” terangnya.
Di sisi lain, acara sholawat bersama juga menjadi media untuk menumbuhkan kebersamaan. Melalui lantunan yang dipanjatkan serentak, para santri merasakan persatuan hati dalam mengagungkan Nabi. Hal ini diyakini akan membawa keberkahan, baik bagi individu maupun bagi pondok secara keseluruhan.
Kami berharap semangat sholawat yang digaungkan dalam acara ini tidak berhenti hanya di lingkungan pesantren. Ketika para santri pulang ke rumah, mereka diharapkan mampu menularkan semangat kecintaan kepada Rasulullah kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar.” harap Ust Hakimuddin.
Untuk diketahui,selain menggelar sholawat bersama santri,kegiatan ini juga diisi dengan pemberian hadiah bagi santri berprestasi tingkat TPQ,MADIN serta santri tauladan yang berhasil meraih juara II tingkat Probolinggo Raya.(Choy)

