JAKARTA || Catherine Laga’aia menyambut peran itu dengan antusias. “Moana adalah salah satu karakter favorit saya,” ujarnya, seperti dikutip Variety. Garis keluarga sang aktris menyambung kuat ke tanah kelahirannya: kakeknya berasal dari Fa‘aala, Palauli, di Savai‘i, sementara neneknya berasal dari Leulumoega Tuai di Upolu. Bagi Laga’aia, kesempatan ini bukan sekadar debut besar, melainkan juga ruang merayakan budaya Samoa dan perempuan muda Kepulauan Pasifik yang jarang mendapat representasi di layar besar.
Disney tidak mengubah fondasi cerita. Dwayne Johnson kembali memerankan Maui, dewa setengah manusia yang membantu Moana mengembalikan keseimbangan alam. Beberapa nama lain ikut masuk daftar pemeran: John Tui sebagai Chief Tui, Frankie Adams sebagai Sina, dan Rena Owen sebagai Nenek Tala—tokoh penentu perjalanan spiritual Moana. Di versi animasi, Moana diperankan oleh Auli’i Cravalho, yang kini tidak lagi menjadi pemeran utama.
Live action Moana menjadi salah satu proyek paling cepat digarap ulang oleh Disney. Ketika film ini dirilis pada 10 Juli 2026, usia animasi aslinya baru genap 10 tahun. Perubahan cepat itu menandai taruhan besar Disney di tengah deretan proyek live action yang sebelumnya menyasar nostalgia generasi lebih tua.
Naskah film ini ditulis Jared Bush bersama Dana Ledoux Miller, sementara kursi sutradara diisi Thomas Kail. Johnson ikut duduk sebagai produser bersama Dany Garcia, Hiram Garcia, dan Beau Flynn. Untuk musik, Mark Mancina kembali mengaransemen skor film, sementara Lin-Manuel Miranda, komposer yang juga terlibat dalam film animasi, kini berperan sebagai produser.
Live action ini nampaknya tidak hanya mengandalkan popularitas Moana, tetapi juga menawarkan pembacaan baru atas identitas Pasifik —melalui wajah seorang aktris muda yang tumbuh dari budaya yang sama dengan tokoh yang ia perankan. (rih)

