Jamaah calon haji kloter pertama embarkasi Balikpapan antre naik pesawat. (Antara Foto(
JAKARTA || Pemerintah tengah mengupayakan penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 2026. Sejumlah komponen biaya seperti penerbangan, masa tinggal jemaah di Arab Saudi, dan layanan katering akan ditinjau ulang untuk menciptakan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa selama ini sejumlah komponen biaya dinilai belum efisien. Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penelusuran detail terhadap struktur pembiayaan haji.
“Kenapa kita berani menurunkan, padahal nilai tukar dolar AS bisa naik? Karena memang selama ini cost kita anggap tidak efisien. Maka Presiden meminta agar komponen-komponen itu ditelusuri secara rinci,” ujar Dahnil dalam Obrolan News Room Kompas.com, Selasa (6/5/2025), dilansir dari Kompas.com.
Salah satu komponen utama yang menjadi perhatian adalah biaya penerbangan. Selama ini, model penyelenggaraan masih menggunakan sistem sewa atau charter pesawat. Menurut Dahnil, jika sistem tersebut diganti dengan pembelian tiket reguler yang lebih fleksibel, penghematan bisa terjadi. “Kalau dua jemaah cukup membeli dua tiket biasa, itu bisa lebih murah dibanding charter,” katanya.
Selain penerbangan, pemerintah juga mempertimbangkan pemangkasan masa tinggal jemaah di Tanah Suci. Jika sebelumnya jemaah berada di Arab Saudi selama 40 hari, skema baru memungkinkan pengurangan hingga 30 hari. “Itu akan sangat membantu dalam menurunkan cost secara keseluruhan,” ujarnya.
Evaluasi juga akan dilakukan pada biaya katering yang selama ini menjadi salah satu beban utama dalam layanan logistik. Langkah-langkah ini, menurut Dahnil, perlu dikoordinasikan dengan berbagai pihak termasuk maskapai nasional Garuda Indonesia agar efisiensi benar-benar dapat terwujud.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan harapannya agar biaya haji Indonesia bisa ditekan lebih jauh. Meski tahun ini biaya haji telah turun sekitar Rp 4 juta dan dirasakan oleh sekitar 203.000 jemaah, Prabowo menilai capaian itu belum cukup. “Saya belum puas. Kita harus jadi yang termurah, kalau bisa lebih murah dari Malaysia,” ujarnya saat meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (4/5/2025).
Presiden juga meminta Garuda Indonesia melakukan upaya efisiensi dengan memangkas hal-hal yang tidak perlu. “Kita harus mencapai efisiensi maksimal agar biaya haji benar-benar terjangkau,” kata Prabowo. (rih)

