SERANG | Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kota Serang, Banten, sejak Minggu (8/3/2026) dini hari memicu banjir di sejumlah kawasan permukiman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat sedikitnya 573 rumah warga terendam, sementara dua rumah lainnya roboh akibat terpaan angin kencang yang menyertai cuaca ekstrem tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan bencana ini berdampak pada 573 kepala keluarga atau sekitar 1.905 jiwa yang tersebar di beberapa kecamatan.
“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kegagalan fungsi drainase serta luapan air sungai memicu banjir di delapan titik lokasi,” ujar Diat di Serang, Minggu.
Berdasarkan pendataan BPBD, wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Serang di Kelurahan Lopang, Kecamatan Cipocok Jaya di Kelurahan Banjar Agung, serta Kecamatan Kasemen di Kelurahan Kasunyatan dan Sawah Luhur yang menjadi titik terdampak paling parah.
Di Kecamatan Kasemen, tepatnya di Lingkungan Manggerong, ketinggian air dilaporkan sempat mencapai sekitar 100 sentimeter. Sementara itu, di beberapa lokasi lain seperti Lingkungan Kroya Baru dan Kroya Indah Permai, genangan air masih berada di kisaran 30 hingga 50 sentimeter dan merendam sejumlah rumah warga.
Selain banjir, cuaca ekstrem berupa angin kencang juga menyebabkan dua rumah warga roboh. Rumah milik Aprizal di Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, dilaporkan mengalami kerusakan berat setelah diterjang angin. Insiden serupa menimpa rumah milik Muktar di Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka.
BPBD Kota Serang telah menurunkan personel ke sejumlah lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi warga, pendataan kerusakan, serta penanganan darurat di lapangan.
“Personel sudah kami turunkan untuk melakukan evakuasi korban, pendataan atau assessment, serta menyiagakan peralatan penanganan di lokasi terdampak,” kata Diat.
BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir dan pengguna jalan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga diminta mengantisipasi kemungkinan pohon tumbang, banjir susulan, maupun tanah longsor yang dapat terjadi apabila curah hujan kembali meningkat. (rih)

