KOTA PROBOLINGGO || Diduga tumpahan tetes mencemari kawasan pesisir, tepatnya di Pelabuhan Perikanan Pantai ( PPP) Mayangan Probolinggo, ditanggapi serius Kasi Kesyahbandaran UPT PPP Mayangan Probolinggo dan DLH Kota Probolinggo.
Kasi Kesyahbandaran memberikan sorotan tajam terhadap lemahnya pengawasan aktivitas pelayaran di wilayah perairan pantai mayangan.
Kasi Kesyahbandaran,Nonot Widjayanto S,Pi.M,Agr, menegaskan pihaknya akan segera memanggil beberapa perusahaan di wilayah pelabuhan perikanan untuk dimintai pertanggungjawaban dan penjelasan resmi.
Laporan dugaan pencemaran muncul setelah pelaku PKL menemukan bercak coklat kehitaman menyerupai limbah di sepanjang pesisir PPP Mayangan. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran karena lokasi tersebut merupakan kawasan padat aktivitas nelayan dan warga yang suka berendam
“Kita belum tahu sumbernya dari mana. Tapi faktanya tumpahan itu masih terlihat di pantai. Kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menelusuri asal-usul pencemaran,” ujar Nonot saat meninjau langsung lokasi kejadian, Rabu ( 19/11/2025) pagi
Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut dua sektor vital lingkungan dan perhubungan laut. Untuk itu, kami akan memanggil beberapa perusahaan guna membahas langkah hukum dan kebijakan yang harus diambil,” jelasnya
Nonot juga menilai, kasus tumpahan tetes ini menjadi momentum penting untuk memperkuat regulasi daerah. Ia menyebut akan mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sebagai payung hukum pengawasan aktivitas maritim.
Sementara itu, pengawas lapangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo,Lina memastikan telah mengambil sampel air laut dan bahan yang diduga limbah cair untuk dilakukan uji laboratorium.
“Proses pengujian biasanya memakan waktu sekitar 14 hari. Jadi, hasil resminya kemungkinan akan kami sampaikan dalam rapat bersama pihak UPT PPP Mayangan,” ungkapnya.
DLH juga mengimbau masyarakat agar sementara waktu tidak beraktivitas di area pesisir yang terdampak utamanya bagi warga yang suka berendam.
“Saat kami turun ke lapangan, masih ada anak-anak yang mandi di pantai. Kami langsung imbau agar tidak mandi dulu karena kondisi air sedang tercemar,” pintanya
Sementara itu beberapa pelaku PKL di wilayah PPP Mayangan Probolinggo mengaku,dengan adanya limbah dilaut ini jualan kami sepi,ditambah bau yang menyengat
Dari hasil pemantauan awal, sebaran bahan pencemar diperkirakan mencapai 100 meter di pesisir pantai PPP Mayangan. Namun hingga kini, sumber tumpahan belum dapat dipastikan. (Choy)

