Pemkot Gandeng PLN, Dorong Ekonomi Warga lewat Wisata Air, Kuliner, dan Pemancingan
PROBOLINGGO || Pemerintah Kota Probolinggo terus berupaya mendorong pengembangan potensi wisata lokal. Salah satu kawasan yang kini tengah dikembangkan sebagai destinasi wisata air adalah Mata Air Sentong di wilayah kota setempat. Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, menyampaikan bahwa upaya ini merupakan bagian dari program 100 hari kerjanya untuk mempercantik kota sekaligus memberdayakan ekonomi warga.
“Kami ingin mendengar langsung masukan dari warga dan para pemerhati lingkungan terkait rencana pengembangan wisata Mata Air Sentong,” ujar Aminuddin dalam dialog bersama tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, dan sejumlah kepala OPD di kawasan Sentong, Minggu (2/6/2025) sore.

Aminuddin menegaskan, pengembangan kawasan tidak sekadar menambah fasilitas, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem air. Ia menyebut, pembersihan enceng gondok akan dilakukan menggunakan cairan ramah lingkungan Eco Enzim, disertai pengerukan untuk menjernihkan air. Selanjutnya, akan dibangun fasilitas penunjang seperti joglo, cottage, dan sentra usaha warga.
“Jika dikelola dengan baik, Sentong bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi warga. Ada tempat jual souvenir, kuliner, bahkan wahana permainan air. Ini bukan hanya soal pariwisata, tapi juga soal kesejahteraan,” kata Aminuddin.
Untuk memperkuat rencana tersebut, Pemkot Probolinggo menggandeng PLN dalam penyusunan masterplan kawasan. Rencana itu mencakup tiga konsep utama: wisata air, wisata kuliner, dan pemancingan.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota juga berkesempatan menaiki perahu kano menyusuri permukaan air Sentong. Tindakan simbolis ini disebut sebagai bentuk apresiasi dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ekosistem wisata berkelanjutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo, Retno Wandansari, menambahkan bahwa peluncuran destinasi wisata baru ini diharapkan menjadi sarana rekreasi masyarakat, sekaligus menarik wisatawan luar kota.
“Harapannya, ini bisa berdampak positif pada peningkatan pendapatan asli daerah dan ekonomi warga melalui pemanfaatan potensi lokal,” ujarnya. (choy)

