KOTA PROBOLINGGO || Harga sayur mayur alami naik karena beberapa faktor seperti cuaca ekstrem (curah hujan tinggi atau kemarau panjang) yang menyebabkan pasokan berkurang dan tanaman rusak, serta permintaan yang meningkat menjelang hari-hari besar. Kenaikan harga terjadi pada berbagai komoditas seperti tomat, sawi, cabai, mentimun, dan bawang merah,bawang putih di pasar tradisional di berbagai daerah.
Harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Pasar Kronong Mayangan Kota Probolinggo mulai mengalami naik, terutama sayur mayur daun. Hal ini dikarenakan cuaca panas yang extrim, sehingga tak sedikit petani yang gagal panen.
“Harga sayuran agak naik karena situasi dan kondisi sekarang. Petani banyak yang gagal panen, sayuran banyak yang mati makanya tidak bisa panen. Ya karena cuaca panas sekali,” terang salah satu pedagang,Misti, Selasa (14/10/2025) pagi.
Sayur daun yang dimaksud pedagang seperti sawi, bayam, selada, kangkung, kacang panjang dan lain sebagainya. Khusus untuk cabe merah besar yang biasa dijual per kilogram harganya sudah tembus Rp 50 ribu, padahal sebelumnya di kisaran Rp 25 ribu.
“ Tetapi tahun ini harga cabai kecil turun. Sekarang Rp 20 ribu per kilo, kalau biasanya harga cabai kecil di sekitar Rp 25 ribu per kilo. Harga turun karena stok lagi banyak,” ucapnya.
Untuk harga tomat saat ini di kisaran Rp 5 ribu per kilogram, padahal sebelumnya berada di angka Rp15 ribu per kilogram, meskipun ada kenaikan harga dibeberapa komoditas,namun untuk stok dipastikan aman.
“ Untuk pembeli tidak bisa diprediksi, kadang ramai kadang sepi. Pasar sudah tidak kayak dulu,” urainya.
Ditambahkan Misti bahwa untuk komoditas bawang putih dan bawang merah, masih ada potensi naik. Meskipun saat ini sudah ada kenaikan dari harga sebelumnya. Saat ini harga bawang putih sudah berada di angka Rp 30 ribu per kilogram dari sebelumnya berkisar Rp 28 ribu perkilonya, sedangkan bawang merah naik sebesar Rp 15 ribu dari harga sebelumnya.
“Harga bawang merah sebelumnya sekitar Rp 25 ribu per kilo, sekarang sudah Rp 40 ribu. Masih ada kemungkinan naik lagi. Kalau alasan kenapa ada potensi naik, karena stok. Saat ini memang aman, tapi kalau banyak pembeli stok akan berkurang,” pungkasnya.(Choy)

