DAMASKUS | Serangan roket dan drone mengguncang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah timur laut Suriah, Minggu (29/3/2026). Insiden tersebut menimbulkan kerusakan material, tapi tidak menimbulkan korban jiwa.
Laporan Syrian Observatory for Human Rights menyebutkan, satu roket menghantam pangkalan Qasrak di Provinsi Hasakah. Pada waktu hampir bersamaan, serangan drone terjadi pada tengah malam hingga menjelang fajar.
Sistem pertahanan udara Amerika Serikat dilaporkan berhasil mencegat sejumlah drone. Meski demikian, beberapa proyektil lainnya tetap mencapai sasaran dan menyebabkan kerusakan pada fasilitas militer.
Serangan juga menyasar pangkalan Kharab al-Jir di dekat Rmeilan. Beberapa roket berhasil dicegat, sementara lainnya jatuh di area pangkalan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Selain itu, dua drone tambahan dilaporkan ditembak jatuh di dekat kawasan permukiman di Hasakah. Rangkaian serangan ini mendorong peningkatan kesiagaan militer serta aktivitas udara di kawasan tersebut.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer dan warga sipil.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Situasi ini memperpanjang eskalasi konflik dan meningkatkan risiko ketidakstabilan regional. (Sputnik/rih)

