Polres Melawi Tindak Tegas 28 Motor Balap Liar: “Sang Tuli Hati”

Must read

MELAWI  II Menanggapi keresahan masyarakat terkait aksi balapan liar yang kian mengganggu kekhusyukan ibadah di bulan Ramadhan 1447 H, Satuan Lalu Lintas Polres Melawi bergerak cepat. Di bawah komando langsung Kasat Lantas, petugas melakukan penindakan tegas di empat lokasi berbeda pada Sabtu (14/3/2026).

Kapolres Melawi, AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla, melalui Kasat Lantas AKP Pipit Supriatna, S.H., menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud respon cepat Polri dalam mencegah fatalitas kecelakaan lalu lintas.

“Kami telah melakukan mapping dan menindak di empat titik utama, yakni depan Kantor Bupati, belakang Dinas Pendidikan, jalan menuju kantor DPRD Melawi, serta area belakang Kantor Bupati. Sebanyak 28 unit kendaraan yang diduga akan melakukan aksi balapan liar berhasil kami amankan ke Satpas Lantas,” ujar AKP Pipit.

Mirisnya, mayoritas pengendara yang terjaring masih berstatus pelajar SMP dan SMA. Kendaraan yang diamankan didominasi oleh penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis (brong), yang suaranya sangat mengganggu ketenangan warga, terutama di sekitar area rumah sakit dan tempat ibadah sepanjang Jalan Juang.

“Kami sangat menyayangkan peran orang tua yang seolah bangga mengizinkan anak-anaknya mengendarai kendaraan untuk aksi berbahaya ini. Kami minta para pelanggar mendorong sendiri motornya hingga ke Satpas sebagai bentuk efek jera,” tegasnya.

Sanksi Tegas dan Syarat Pengambilan

Polres Melawi tidak memberikan toleransi bagi para “Sang Tuli Hati”—sebutan bagi mereka yang tidak memiliki empati terhadap kenyamanan orang lain. Selain tindakan tilang dan edukasi, para orang tua wajib hadir untuk menandatangani surat pernyataan.

Kendaraan yang disita baru dapat diambil pada Kamis, 19 Maret 2026 mendatang dengan syarat ketat:

Menunjukkan identitas diri dan surat kendaraan yang sah.

Wajib mengganti knalpot brong dengan knalpot standar sesuai spesifikasi di tempat.

Sentuhan Hati untuk Orang Tua

Kasat Lantas mengingatkan bahwa penggunaan knalpot brong bukan sekadar soal gaya, tapi potensi konflik sosial. Salah satu remaja yang terjaring bahkan mengakui sering dilempari batu oleh warga karena merasa terganggu.

“Mari buka hati dan kepedulian. Jangan sampai kebanggaan semu memberikan motor kepada anak justru berujung pada kecelakaan yang memiskinkan keluarga atau bahkan menghilangkan nyawa. Di bulan Ramadhan ini, mari kita jaga toleransi dan ketenangan di Kota Juang Bumi Uranium ini,” tutup AKP Pipit. (jnr/amo)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article