Polres Badung Bantah Keterkaitan Kasus Penembakan WNA Australia dengan Kartel Narkoba

Must read

BADUNG || Kepolisian Resor Badung, Bali menepis dugaan keterkaitan antara kasus pembunuhan Warga Negara Asing (WNA) asal Australia di Vila Casa Santisya 1, Desa Munggu, Kabupaten Badung, dengan jaringan kartel narkoba internasional. Dugaan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Marthinus Hukom.

“Kami tidak bisa memastikan seperti pernyataan Kepala BNN karena arah penyidikan kami berbeda. BNN menangani soal narkotika, sedangkan kami fokus pada tindak pidana umum,” kata Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara, di Badung, Senin (21/7/2025).

Pernyataan itu disampaikan menyusul pernyataan Marthinus dalam agenda peresmian Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di Kelan, Badung. Ia menyebut Bali telah dijadikan killing ground oleh kartel narkoba dan meminta aparat tidak hanya memandang peristiwa penembakan ini sebagai kasus pidana biasa.

Menurut Marthinus, ada dugaan kuat keterlibatan jaringan narkoba dalam insiden berdarah yang menewaskan Zivan Radmanovic dan melukai Sanar Ghanim, sesama WNA Australia, pada Sabtu (14/6) dini hari.

Masih Penyelidikan

Terkait motif dan perencanaan pembunuhan, Kapolres Arif menegaskan penyidik belum sampai pada tahap kesimpulan apakah ketiga tersangka merupakan pembunuh bayaran. “Kita masih menelusuri lini masa kedatangan para pelaku dan aktivitas mereka di Bali,” ujarnya.

Polisi telah menangkap tiga tersangka, yakni Tupou Pasa Midolmore (27), Coskunmevlut (23), dan Darcy Francesco Jenson (37), yang seluruhnya berasal dari luar negeri. Ketiganya kini dijerat dengan pasal pembunuhan serta penggelapan mobil.

Dalam insiden di Vila Casa Santisya, Radmanovic ditemukan tewas dengan luka tembak di dalam kamar mandi, sementara Ghanim terluka akibat tembakan di kamar tidur. Kejadian itu turut disaksikan oleh istri masing-masing korban.

Hingga kini, aparat masih mendalami motif para pelaku serta kaitan antara korban dan tersangka. Kepolisian membuka kemungkinan adanya motif lain di luar dugaan keterlibatan narkotika, sambil terus berkoordinasi dengan aparat terkait di tingkat nasional dan internasional. (rih)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article