Pesta Adat Petik Tebu Manten Tanda Dimulainya Musim Giling PG Djatiroto

Must read

LUMAJANG || PT SGN PG Djatiroto menggelar acara tradisional “Petik Tebu Manten Kebun Raya Lumajang” pada Selasa (5 Mei 2026). Kegiatan ini menjadi penanda resmi dimulainya musim penggilingan tahun ini, sekaligus menjadi wadah ungkapan rasa syukur dan doa bersama agar seluruh proses berjalan lancar serta hasilnya sesuai harapan.

Acara yang dihadiri oleh jajaran manajemen, tokoh masyarakat, dan warga sekitar ini berlangsung dengan nuansa budaya yang kental. Sepasang orang berpakaian adat melambangkan pengantin tebu menjadi pusat perhatian, dengan latar belakang hiasan dari tanaman tebu, buah-buahan, dan perlengkapan khas yang menciptakan suasana sakral namun tetap meriah.

Farid Budi Hariyanto, Manajer Umum Kebun KSO Lumajang Raya, menjelaskan bahwa kegiatan ini diadakan sebagai wujud permohonan perlindungan dan kelancaran dari Tuhan Yang Maha Esa. “Selamatan ini adalah upaya dan doa kami agar seluruh rangkaian penggilingan tahun ini berjalan tanpa hambatan,” ujarnya.

Ia juga berharap hasil produksi gula dapat terus meningkat dari tahun ke tahun, serta mampu berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan gula nasional.

Menurut Farid, pihaknya akan terus berusaha meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas hasil kerja. Selain itu, pemberian pelayanan terbaik bagi para petani mitra menjadi prioritas agar kerja sama yang terjalin semakin erat dan saling menguntungkan. “Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami untuk mendukung tercapainya swasembada gula di Indonesia,” tambahnya.

Karena Manajer Umum PT SGN PG Djatiroto, Fajar, sedang melaksanakan ibadah haji, tugasnya sementara diemban oleh Agus Amanda sebagai Pelaksana Tugas. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan rasa syukur karena tradisi yang penuh makna ini masih terus dijalankan hingga saat ini.

“Semoga seluruh proses berjalan lancar dan membuahkan hasil yang memuaskan. Yang paling utama, kami ingin mempertahankan prestasi yang telah diraih selama ini. Kerja sama yang solid dari seluruh karyawan adalah kunci keberhasilan kami tahun ini,” katanya.

Meskipun berada di tanah suci, Fajar tetap turut mendoakan kelancaran operasional perusahaan. Melalui pesan singkat yang dikirimkan, ia menuliskan harapan agar segala sesuatu dipermudah, dijaga keselamatannya—baik bagi tenaga kerja maupun peralatan yang digunakan—dan hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bismillahirrahmanirrahim… Insya Allah dimudahkan, dilancarkan, aman dan selamat orang serta peralatan, sukses dan hasilnya bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Al Fatihah… Aamiin…” tulisnya.(dsr)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_img

Latest article