Kota Probolinggo || Mendengar istilah pasar ikan tentu yang muncul di benak pengunjung adalah tempat pedagang jualan aneka macam ikan, baik itu ikan sungai maupun ikan laut. Di mana-mana, pasar ikan hanya “dihuni” pedagang ikan, bukan yang lain.
Namun berbeda dengan Pasar Ikan di kawasan Pasar Ikan Mayangan, Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo.
Pasar yang berada disebelah utara itu justru menjadi “Pasar Gado-gado” alias pasar yang menjual berbagai kebutuhan menjadi satu, ada yang jualan ikan daging ayam, sayur, rempah-rempah. Ironisnya, pasar ikan tersebut entah sudah berapa dekade tak pernah kunjung rapih.
Kalau datang dari arah Jalan Ahmad Yani (Alun-Alun), ke utara menuju perempatan, kemudian lurus mengikuti jalan menuju PPP Mayangan itu ,terlihat blok pasar ikan di Pasar Mayangan.
Terlihat di depan pintu masuk baik di sisi kanan dan kiri jalan dipenuhi dengan pedagang yang berjualan ayam potong dengan mobil pick up nya.Pemandangan itu justru bukan memperindah pasar, justru sebaliknya sangat semrawut dan kotor.
Kondisi yang sangat tidak tertata itu diperparah dengan kondisi jalan pasar yang sering basah karena limpahan air dari pedagang ikan. Bukan cuma itu, kondisi jalan sudah banyak yang rusak, dan bergelombang. Terlebih ketika hujan, jalan pasar itu dipastikan becek.
Penelusuran Kabarmetro.Id di lokas di antara deretan pedagang yang tengah berjualan, sepertinya setiap pedagang memiliki bak-bak untuk menyimpan barang dagangnya beserta terpal pelindung.Hal ini sangat merusak pemandangan dan menimbulkan kesan yang cukup kumuh.
“Dulunya, semua pedagang masuk didalam paar . Tapi lama-kelamaan sudah banyak yang berjualan di luar pasar.Jadi, yaa…seperti inilah,” ujar beberapa pengunjung yang tidak bersedia disebut namanya, Sabtu (15/2/25) pagi.
Masyarakat pun sangat berharap pemerintah daerah bisa merapikan pasar ikan, supaya pengunjung lebih nyaman berbelanja. “Kalau pasar rapi, bersih, nyaman, kan banyak juga pengunjung yang berbelanja,” katanya.(Choy)
