Kota Probolinggo || Musim penghujan berdampak pada omzet pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kum-Kum PPP Mayangan Probolinggo Minat pembeli menurun karena pengunjung sepi. Penurunannya hingga 50 persen.
Seperti dialami Hartono. Dia mengatakan, musim hujan ini penghasilannya menurun. Biasanya sehari bisa Rp 200 ribu bahkan sampai Rp 300 ribu. Tetapi kini hanya Rp 100 hingga Rp 150 ribu. “Berhubung saya jualannya es jadi kalau pas hujan jarang yang beli,” katanya, Senin (24/2/25) sore.
Sejak pukul 06.00, Ia sudah membuka lapaknya. Tutup hingga sekitar pukul 18.00. Namun ketika hujan, ia tutup lebih awal. “Kalau pas hujan sore jam 17.00 sudah tutup ,” paparnya.
Hal senada diungkapkan Ia, penjual mamin. Ida mengaku, mengalami penurunan omzet karena hujan. “Kalau hujan seperti ini biasanya turun. Biasanya bisa Rp 200 ribu, per hari,kini turun jadi Rp 100 ribu,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan Kabarmetro,Id. sejumlah pengunjung di Area Kum – Kum PPP Mayangan Probolinggo sepi. Suasana sedang mendung dan hujan hampir sepekan. Beberapa pedagang banyak yang mulai tutup. Hujan memang sangat berpengaruh bagi PKL , banyak yang tutup lebih awal.(Choy)

