Selokambang Menuju Mesin Ekonomi: Lumajang Buka Kolaborasi Investasi

Must read

LUMAJANG || Pemerintah Kabupaten Lumajang mengambil langkah strategis dengan membuka kemitraan investasi untuk mempercepat transformasi sektor pariwisata. Pemandian Alam Selokambang, yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata lokal, kini diproyeksikan menjadi mesin penggerak ekonomi daerah berbasis kolaborasi dan investasi.

Melalui agenda Market Sounding yang digelar pada Kamis (16/4/2026) lalu, pemerintah daerah berhasil menarik minat 18 investor potensial. Ketertarikan ini menjadi indikator kuat bahwa Selokambang memiliki nilai ekonomi yang layak dikembangkan secara lebih profesional dan berkelanjutan.

Langkah membuka kemitraan ini menandai perubahan pendekatan dalam pembangunan daerah. Pemerintah tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada anggaran publik, melainkan mengundang keterlibatan sektor swasta untuk mempercepat pengembangan.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Lumajang, Galih Permadi, menegaskan bahwa skema kolaborasi menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi Selokambang yang selama ini sudah dikenal luas oleh masyarakat.

“Selokambang memiliki brand yang kuat. Dengan dukungan mitra yang tepat, pengembangannya bisa lebih cepat dan terarah,” ujar Galih dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).

Dalam skema ini, pemerintah berperan sebagai pembuka jalan dan penjaga arah kebijakan, sementara investor menjadi akselerator pembangunan melalui dukungan modal, teknologi, dan manajemen.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas infrastruktur, layanan wisata, serta daya tarik destinasi secara keseluruhan. Dengan demikian, Selokambang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga secara ekonomi.

Sebagai aset daerah, Selokambang memiliki posisi strategis dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun lebih dari itu, pengembangannya diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Ketika destinasi berkembang, aktivitas ekonomi di sekitarnya ikut bergerak. Pelaku usaha kecil, sektor jasa, hingga transportasi akan mendapatkan manfaat langsung dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang melihat potensi ini sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Pariwisata tidak lagi dipandang sebagai sektor pendukung, tetapi sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah.

Untuk itu, pendekatan “jemput bola” dilakukan guna memastikan investor yang terlibat memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai. Seleksi mitra dilakukan secara ketat agar pengembangan berjalan sesuai dengan visi jangka panjang daerah.

Ke depan, Selokambang ditargetkan mampu bertransformasi menjadi destinasi wisata berstandar nasional dengan pengelolaan profesional. Peningkatan kualitas layanan menjadi fokus utama agar mampu bersaing dengan destinasi lain.

Namun, pemerintah memastikan bahwa transformasi ini tetap menjaga nilai historis dan karakter lokal yang menjadi kekuatan utama Selokambang. Modernisasi dilakukan tanpa menghilangkan identitas.

Langkah ini mencerminkan arah baru pembangunan pariwisata di Lumajang, yakni kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada dampak ekonomi nyata.

Dengan membuka ruang investasi dan memperkuat kemitraan, Selokambang kini bergerak menuju peran yang lebih besar, bukan sekadar destinasi wisata, tetapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Dari wisata lokal, Selokambang diarahkan menjadi mesin ekonomi daerah yang mampu menggerakkan aktivitas masyarakat dan memperkuat kemandirian ekonomi Lumajang secara berkelanjutan.(dsr)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article