SURABAYA || Pelatih tim nasional Indonesia Patrick Kluivert menilai rapatnya pertahanan Lebanon menjadi kendala utama bagi skuad Garuda untuk mencetak gol. Pertandingan FIFA Match Day di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Senin (9/9/2024) malam, berakhir imbang 0-0.
”Kalau melihat cara Lebanon bermain, mereka benar-benar bertahan rapat di area sendiri. Itu membuat situasi mencetak gol lebih sulit. Kami sudah berusaha menyerang dan menciptakan peluang, tapi sayangnya tidak ada gol,” ujar Kluivert seusai laga.
Ia menambahkan, suasana pertandingan sempat memanas akibat beberapa insiden dengan pemain lawan maupun keputusan wasit. Meski demikian, ia bersyukur seluruh pemain Indonesia terhindar dari cedera.
”Saya hanya ingin pertandingan bersih, apalagi bulan depan kami punya dua laga penting. Semua pemain harus tetap sehat,” kata mantan penyerang tim nasional Belanda itu.
Selama pertandingan, tim Indonesia tercatat melepaskan sembilan tembakan ke gawang lawan. Namun, upaya tersebut belum mampu menghasilkan gol. ”Kadang bola masuk, kadang tidak. Yang penting kami terus menciptakan peluang. Saya hanya bisa berjanji bahwa para pemain akan berjuang untuk negaranya,” ucap Kluivert.
Kapten timnas Indonesia, Jay Idzes, menilai masih banyak yang perlu dibenahi dari skuad Garuda. Menurut dia, tim yang masih muda dengan sejumlah pemain dan staf baru ini tengah berproses menemukan kekuatan terbaiknya.
”Kami punya rencana dan visi yang jelas. Kami ingin menang di setiap laga. Yang terpenting, apa yang sudah diberikan pelatih harus diterapkan agar kami bisa meraih kemenangan,” kata Idzes yang kini memperkuat klub Serie A Italia, Sassuolo. (rih)

