Gerakan PANGESTOH, Ruang Ekspresi Para Santri untuk Menyalakan Semangat Keilmuan, Kebangsaan dan Keagamaan

Must read

KOTA PROBOLINGGO || Peringati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI dan Hari Santri Tahun 2025, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Probolinggo menggelar dua kegiatan inspiratif bertajuk Mengaji Membersamai Masyarakat (M3) dan Santri Mengaji (3G–Triji).

Kegiatan kali ini berlangsung di Pondok Pesantren An – Nur, Kecamatan Wonoasih. Hadir dalam acara ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo Didik Kurniawan, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Arifin Budioanto, serta para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Probolinggo. Rombongan disambut hangat oleh Pengasuh Ponpes An Nur KH,Mahfud Sahal, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai 20 hingga 29 Oktober 2025 ini dikemas dalam wadah Gerakan PANGESTOH (Penyuluh Agama Ngaji Etika, Spiritual, Toleransi, dan Humanisme), sebagai wujud nyata kontribusi penyuluh agama dalam membangun masyarakat religius yang moderat, damai, dan berkeadaban.

Melalui Gerakan M3 (Mengaji Membersamai Masyarakat), para penyuluh agama turun langsung ke tengah masyarakat di masjid dan mushalla se-Kota Probolinggo. Mereka mengajak jamaah memperdalam literasi keagamaan melalui kajian kitab Kimiyaus Sa’adah karya Imam Al-Ghazali, yang dipilih sebagai bahan utama dalam pembelajaran etika dan spiritualitas Islam. Kajian ini diharapkan menjadi sarana penguatan nilai-nilai spiritualitas, kebersamaan, dan pemahaman agama yang menyejukkan serta mencerahkan umat.

Sementara itu, program Santri Mengaji (3G–Triji) menjadi ruang ekspresi bagi para santri dari berbagai pondok pesantren di Kota Probolinggo untuk menyalakan semangat keilmuan, kebangsaan, dan keagamaan. Melalui kajian kitab dan diskusi tematik, para santri diajak menanamkan nilai cinta tanah air, toleransi, serta karakter keagamaan yang moderat dan berimbang.

Ketua IPARI Kota Probolinggo Ummi Tijaroh menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk syukur atas peringatan HAB dan Hari Santri, tetapi juga merupakan komitmen nyata penyuluh agama dan santri dalam menebarkan nilai etika, spiritualitas, toleransi, dan humanisme di tengah masyarakat.

“Melalui Gerakan PANGESTOH, kami ingin menunjukkan bahwa penyuluh dan santri tidak hanya belajar dan mengajar, tetapi juga membersamai umat serta menjadi teladan dalam kehidupan sosial keagamaan,” ungkap Ummi.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Kankemenag ini diharapkan selain menjadi wahana pembinaan umat, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum reflektif untuk memperkuat sinergi antara penyuluh, santri, dan masyarakat dalam mewujudkan kehidupan keagamaan yang harmonis, moderat, dan berkeadaban.

Melalui pelaksanaan Gerakan M3 dan 3G–Triji, IPARI Kota Probolinggo berharap semangat kebersamaan serta nilai dakwah yang dikembangkan melalui Gerakan PANGESTOH dapat terus berlanjut — tidak hanya dalam rangka HAB dan Hari Santri, tetapi juga sebagai gerakan berkelanjutan dalam kehidupan masyarakat Kota Probolinggo.(Choy)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article