Dua Menit Ajaib Eksel Runtukahu Menangkan Persija di Kanjuruhan

Must read

MALANG || Malam di Stadion Kanjuruhan itu bergetar. Sorak Aremania bergemuruh, genderang dipukul tanpa henti, dan bendera biru-putih berkibar di setiap sudut tribun. Namun di tengah hiruk-pikuk itu, satu nama mencuat dari tim tamu: Eksel Runtukahu. Dalam rentang dua menit yang singkat namun menentukan, striker asal Sulawesi Utara itu mengubah arah pertandingan dan membungkam ribuan pendukung tuan rumah.

Pertandingan Arema FC kontra Persija Jakarta, Sabtu (8/11/2025), semula milik Singo Edan. Mereka unggul cepat lewat gol Valdeci Moreira di menit ke-12. Dukungan publik Malang membuat tekanan Persija semakin terasa. Setiap sapuan bola disambut sorak sorai, setiap peluang Arema diiringi teriakan “Singo Edan!” yang menggema ke langit malam.

Namun Mauricio Souza tak kehilangan akal. Di ruang ganti, pelatih asal Brasil itu meminta anak asuhnya tetap sabar, menunggu momen yang tepat. “Mainkan bola-bola cepat. Percayakan pada Eksel,” katanya.

Dan benar saja. Begitu babak kedua dimulai, arah pertandingan berubah. Di menit ke-48, Eksel menyundul umpan Van Basty Sousa dengan presisi. Gol yang seakan membelah kegaduhan tribun menjadi dua kubu—kegirangan kecil di sektor suporter Persija yang menempati pojok stadion, dan keheningan sesaat di lautan biru Aremania.

Belum sempat tuan rumah bernafas, dua menit kemudian, Eksel kembali menorehkan namanya di papan skor. Kali ini lewat tendangan kaki kanan yang melesat deras ke pojok gawang Lucas Frigeri. Dua menit ajaib itu mengubah segalanya: Persija berbalik unggul 2-1.

Pertandingan berjalan keras. Julian Guevara dan Jordi Amat harus diusir wasit setelah terjadi adu keras di tengah lapangan. Namun tensi panas itu tak menodai ketenangan Persija. Di bawah tekanan, mereka bermain disiplin hingga peluit panjang berbunyi.

Di bangku cadangan, Souza memeluk Eksel erat. “Dia striker dengan hati besar,” ujarnya usai laga. Eksel sendiri tersenyum tipis, peluh menetes di wajahnya. “Gol itu untuk Jakmania,” katanya singkat.

Di tribun, beberapa pendukung Persija mengibarkan syal merah oranye sambil menyanyikan lagu kemenangan. Di sisi lain, Aremania bertepuk tangan untuk timnya yang berjuang sampai akhir– pemandangan khas sepak bola Indonesia yang tak lekang oleh panas rivalitas.

Malam di Kanjuruhan pun berakhir dengan kisah tentang dua menit ajaib, tentang ketenangan di tengah tekanan, dan tentang Eksel Runtukahu –penyerang yang datang sebagai tamu, lalu pulang sebagai pahlawan. (rih)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article