MILAN || Lampu-lampu Giuseppe Meazza berkilau dalam dingin dini hari ketika Inter Milan kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu tim paling stabil di Eropa musim ini. Dua gol dari Lautaro Martinez dan Carlos Augusto memastikan kemenangan 2-1 atas Kairat Almaty, Kamis (6/11/2025) dini hari WIB, dalam laga penuh kontrol dan kesabaran.
Dari tribune biru-hitam yang bergemuruh, terlihat betapa Inter bermain dengan percaya diri. Sejak menit awal, bola lebih banyak bergulir di kaki para pemain tuan rumah. Denzel Dumfries dan Federico Dimarco bergantian mengirimkan umpan silang tajam, sementara duet Nicolò Barella dan Piotr Zielinski mengatur tempo di lini tengah.
Gol yang dinanti akhirnya tiba pada menit ke-45+1. Lautaro Martinez, sang kapten yang tak pernah kehilangan insting membunuh, memecah kebuntuan lewat sepakan keras yang gagal dijangkau kiper Temirian Anarbekov. Gol itu disambut sorak panjang dari 70 ribu penonton yang seolah tahu, kemenangan sudah menunggu di depan mata.
Namun, Kairat Almaty bukan tanpa perlawanan. Wakil Kazakhstan itu memanfaatkan satu momen bola mati untuk menyamakan kedudukan lewat sundulan Ofri Arad pada menit ke-56. Gol itu mengubah suasana stadion menjadi tegang sesaat.
Inter, seperti biasa, tak panik. Mereka terus menggempur. Hingga pada menit ke-67, datanglah momen indah itu: Carlos Augusto melepaskan tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti—bola meluncur deras ke sudut atas gawang. Meazza pun kembali bergemuruh, kali ini dengan nada lega.
Simone Inzaghi menutup laga dengan wajah tenang di pinggir lapangan. Tiga poin kembali diraih, tren positif berlanjut, dan Inter kini menatap babak berikut dengan kepala tegak.
Di balik papan skor 2-1, terselip narasi klasik tentang dominasi, konsistensi, dan ketenangan—tiga hal yang membuat Inter Milan musim ini tampil seperti mesin yang tak mudah berhenti. (rih)

