JAKARTA || Hampir dua tahun setelah meninggalkan kursi pelatih tim nasional, Roberto Mancini menyatakan keinginan kembali membesut Italia. Dalam wawancaranya dengan Gazzetta dello Sport, pelatih berusia 59 tahun itu menyebut masih menyimpan ambisi yang belum tuntas bersama Gli Azzurri.
“Saya merasa masih memiliki sesuatu yang belum selesai bersama Italia,” ujar Mancini, seperti dikutip media Italia, Kamis (12/6/2025). “Melihat perkembangan para pemain sekarang, saya yakin kita bisa membangun kembali kejayaan seperti yang pernah kita capai.”
Mancini menambahkan, pengalaman menjadi juara Piala Eropa 2020 adalah momen spesial yang membangkitkan kerinduan untuk kembali ke tim nasional. “Saya pernah juara bersama klub, tetapi juara bersama Italia itu hal yang berbeda. Anda juga selalu ingin kembali ke tempat di mana Anda bahagia. Saya senang di Coverciano, atmosfernya luar biasa,” ujarnya.
FIGC hingga Kamis malam belum memberikan tanggapan resmi soal pernyataan terbuka Mancini. Posisi pelatih utama Italia memang sedang kosong setelah pemecatan Luciano Spalletti pasca kekalahan telak 0-3 dari Norwegia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, Sabtu (7/6).
Jejak Mancini Bersama Italia
Roberto Mancini sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan pelatih timnas Italia pada Agustus 2023 dan memilih menangani timnas Arab Saudi. Keputusannya kala itu sempat menimbulkan kontroversi, terutama karena ia mundur menjelang dimulainya babak kualifikasi Euro 2024.
Selama masa kepemimpinannya sejak 2018, Mancini berhasil mencatatkan 37 pertandingan tak terkalahkan secara beruntun—rekor dunia yang belum terpecahkan. Puncaknya, Italia merebut trofi Euro 2020 setelah menundukkan Inggris melalui adu penalti di Stadion Wembley, London.
Mancini juga dikenal memberi kepercayaan besar kepada pemain muda. Nama-nama seperti Gianluigi Donnarumma, Nicolo Barella, dan Federico Chiesa mengawali kiprah cemerlang di pentas internasional di bawah asuhannya.
Kini, seiring dengan pencarian pelatih baru oleh FIGC, nama Mancini kembali mencuat sebagai kandidat potensial. Namun, belum ada sinyal resmi dari federasi, yang disebut-sebut juga mempertimbangkan beberapa nama lain, termasuk pelatih muda dari Serie A. (rih)

