Kabarmetro.id, Kota Probolinggo || Gelaran lomba Tartil Al Qur’an sudah lazim terdengar dan terlihat di tengah-tengah masyarakat khususnya di Kota Probolinggo, karena tartil Al-Qur’an merupakan sudah menjadi agenda rutin tahunan bagi setiap lembaga Pendidikan Al-Qur’an khususnya di Kota Probolinggo. Lomba Tartil Al-Qur’an yang biasa dilakukan adalah khatam al-qur’an di kalangan anak anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ ) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).
Kali ini berbeda dari yang biasa yaitu lomba Tartil Al-Qur’an yang mana pesertanya terdiri dari masyarakat yang telah berumur Lanjut atau di sebut Lansia dari umur 60 hingga umur tak terbatas.
Kegiatan yang Langka dan unik di bidang keagamaan tersebut berlangsung di Masjid Al Amanah Kantor Kemenag Kota Probolinggo Jalan Mastrip yang digelar oleh IPARI ( Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia ) dibawah Naungan Kemenag Kota Probolinggo bersama APRI ( Asosiasi Penghulu Republik Indonesia).
“ Lomba Tartil Al-Qur’an kali ini merupakan kegiatan yang pertama kali digelar dan diikuti para Lansia dengan jumlah 50 peserta ,” tutur Ketua IPARI,Ummi Tijaroh, Kamis (12/9/24) pagi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo,Didik Kurniawan merasa bangga dan apresiasi yang sangat luar biasa. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan IPARI dimana para pesertanya terdiri dari para Lansia.
Biasanya lomba Tartil Al-Qur’an kita lihat hanya pada kalangan anak TPQ dan MDTA, namun kali ini Pesertanya orang tua kita (Lansia). Berarti keberadaan IPARI bersama APRI,khusus di lingkungan Kantor Kemenag Kota Probolinggo sangat mendapat respon dan tempat di tengah-tengah masyarakat serta mampu memberikan kontribusi yang sangat besar dalam peningkatan kemampuan dan keterampilan masyarakat terutama dalam membaca Al-Qur’an,” tutur Didik Kuniawan.
Didik Kuirniawan juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama Kota Probolinggo bangga terhadap kinerja dan kegiatan yang dilakukan oleh IPARI juga APRI, apalagi peserta dalam pembinaan ini masyarakat yang tidak lagi di usia wajib belajar.
“Mudah-mudahan hal ini bisa diadikan motivasi untuk memunculkan inovasi-inovasi baru dalam melaksanakan program di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya lagi.(Choy)

