Warga Pamekasan Positif Covid-19, Pemkab Serukan Masyarakat Waspada

Must read

PAMEKASAN || Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mengeluarkan surat edaran berisi seruan untuk waspada terhadap potensi peningkatan kasus Covid-19, menyusul temuan satu kasus positif atas nama warga ber-KTP Pamekasan. Meskipun pasien tersebut tinggal dan dirawat di Surabaya, langkah antisipatif tetap diambil guna mencegah penyebaran lokal.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Saifudin, Kamis (17/7/2025) malam, menjelaskan bahwa kasus itu dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. “Pasien ber-KTP Pamekasan, tetapi domisilinya di Surabaya. Ia telah dinyatakan sembuh dan tidak ada riwayat kontak erat dengan warga di Pamekasan,” ujar Saifudin.

Dinkes Kabupaten Pamekasan bersama tim surveilans telah melakukan pelacakan kontak terhadap keluarga pasien yang tinggal di Pamekasan. Hasilnya, tidak ditemukan adanya penularan. “Tidak ada warga yang tertular. Jadi, per hari ini, tidak ada kasus aktif Covid-19 di Pamekasan,” kata Saifudin.

Sebagai langkah antisipasi, Bupati Pamekasan menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/1078/432.302/2025 tertanggal 16 Juli 2025. Edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor SR.03.01/C/1422/2025 dan SE Gubernur Jawa Timur berisi seruan waspada atas peningkatan kasus Covid-19.

“SE ini mengimbau masyarakat untuk kembali menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker di ruang tertutup atau kerumunan, serta memperkuat imunisasi booster jika belum dilakukan,” ujar Saifudin.

Tren Nasional

Kementerian Kesehatan RI melaporkan, hingga Rabu (16/7/2025), terdapat 102 kasus aktif Covid-19 di Indonesia, dengan tren peningkatan ringan dalam dua pekan terakhir. Jakarta menjadi daerah dengan kasus tertinggi, mencatatkan 31 kasus aktif, disusul Surabaya dengan 18 kasus.

Juru bicara Kemenkes, Mohammad Syahril, mengatakan bahwa lonjakan kasus saat ini belum mengkhawatirkan, tetapi tetap perlu diantisipasi. “Hampir semua kasus yang dirawat memiliki komorbid atau belum menerima vaksin booster,” ujarnya.

Adapun varian terbaru yang terdeteksi di Indonesia adalah subvarian Omicron XBB.1.16.2. “Penularannya cepat, tetapi gejalanya ringan. Namun, kelompok rentan seperti lansia dan pasien penyakit kronis tetap perlu waspada,” tambah Syahril.

Imbauan Kesehatan

Dinkes Pamekasan mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan tidak abai terhadap gejala ringan seperti batuk, demam, atau nyeri tenggorokan. “Segera periksa jika mengalami gejala. Fasilitas layanan kesehatan tetap siap melakukan pemeriksaan dan penanganan sesuai prosedur,” kata Saifudin.

Meskipun tidak ditemukan penularan lokal di Pamekasan, pihaknya mengingatkan bahwa pandemi belum benar-benar berakhir. “Waspada bukan berarti panik. Tetapi dengan kedisiplinan kolektif, kita bisa mencegah kembalinya wabah,” ujarnya. (rih)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article