MELAWI II Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Melawi terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui gerakan “Pilah dan Olah Sampah Organik Rumah Tangga”, organisasi ini mengajak masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, untuk menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah yang bijak.
Raisya Sarbina Dadi menyampaikan bahwa kampanye ini bukan sekadar imbauan, melainkan langkah konkret dalam mengedukasi warga. Sebagai bagian dari penguatan kampanye tersebut, Pokja III TP PKK Kabupaten Melawi telah melaksanakan kegiatan revitalisasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang dipadukan dengan aksi penanaman pohon.
“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kita terhadap lingkungan agar lebih sehat, hijau, dan berkelanjutan,” ujar Raisya.
Sampah Bukan Sekadar Dipindah, Tapi Diolah
Dalam kampanye tersebut, ditekankan bahwa membuang sampah pada tempatnya saja belum cukup untuk menyelesaikan persoalan lingkungan. Sampah yang tidak dipilah dari rumah dan langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada dasarnya hanya memindahkan masalah dari lingkungan rumah ke area TPA.
Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa adanya pemilahan, dampak buruk lingkungan akan mengintai, di antaranya:
Pencemaran air akibat air lindi (cairan sampah) yang beracun.
Polusi udara berupa bau menyengat yang mengganggu kesehatan.
Emisi gas metana yang mempercepat pemanasan global.
Selain itu, tumpukan sampah yang tercampur juga menghambat proses daur ulang, mempercepat penuhnya kapasitas TPA, serta meningkatkan risiko penyakit bagi masyarakat sekitar.
Potensi Besar Sampah Organik
Data menunjukkan bahwa lebih dari 50% timbulan sampah nasional merupakan sampah organik. Jika dikelola dengan baik dan terpadu, sampah organik memiliki nilai manfaat yang besar, seperti diolah menjadi kompos, sumber energi, maupun sumber daya produktif lainnya. Hal ini secara langsung dapat mendukung ketahanan pangan dan energi sekaligus mengurangi beban volume di TPA.
TP PKK Kabupaten Melawi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai mengambil tanggung jawab bersama. Perubahan besar bagi keberlanjutan bumi dan masa depan generasi mendatang harus dimulai dari langkah kecil di dapur masing-masing.
“Mari kita menjadi bagian dari solusi dengan memilah dan mengolah sampah organik mulai dari rumah sendiri. Dari rumah kita, mari ciptakan perubahan nyata untuk bumi yang lebih lestari,” pungkasnya.(jnr)

