KOTA PROBOLINGGO || Perbaikan geometri jalur di perlintasan sebidang (JPL) 166, tepatnya di Desa Curah Tulis Kecamatan Tongas,Kabupaten Probolinggo belum rampung dilakukan pengaspalan.
Pantauan Kabarmetro.id, di atas tanah konstruksi sepanjang kurang lebih 100 meter diberi batu koral. Kondisi itu menyebabkan semua kendaraan harus memperlambat lajunya, sehingga menyebabkan kepadatan arus lalu lintas bahkan kemacetan di jam-jam padat. Beberapa pemotor jatuh karena terpeleset saat melintas.
Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat akibat perbaikan rel kereta api ini. Kami berusaha untuk mengatur lalu lintas semaksimal mungkin agar kemacetan dapat diminimalisir.
“ Satlantas Polres Probolinggo Kota mengimbau pengguna jalan memilih jalur alternatif terutama di jam-jam padat, pagi dan petang. Jalur alternatif untuk roda 4 dari Surabaya-Banyuwangi masuk Exit Tol Gempol keluar Exit Tol Muneng dan sebaliknya dari arah Banyuwangi – Surabaya,” pinta Kanit Turjawali, Iptu Tohari, Selasa (16/12/2025).
Untu diketahui,perbaikan prasarana jalur kereta api di perlintasan sebidang (JPL) Nomor 166 di Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo menyebabkan kepadatan lalu lintas cukup panjang di Jalur Pantura Probolinggo-Pasuruan. Antrean kendaraan dilaporkan mengular mencapai antara 5 km hingga 10 km.
Pemeliharaan prasarana KA ini dilakukan PT KAI Daop 9 Jember di KM 86+6/7 petak jalan Grati-Bayeman. Proyek yang semula dijadwal rampung 5 Desember 2025 namun hingga saat ini belum tuntas sehingga berdampak pada arus lalu lintas, baik dari arah Kota Probolinggo-Pasuruan maupun arah sebaliknya.(Choy)

