HAMILTON, KANADA | Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat, Joseph Kent, mengundurkan diri pada Selasa (17/3/2036) waktu setempat sebagai bentuk penolakan terhadap keterlibatan militer AS dalam konflik yang berlangsung di Iran.
Dalam pernyataan yang dibagikan melalui platform X, Kent menegaskan sikapnya yang tidak lagi sejalan dengan kebijakan pemerintah. “Saya tidak dapat, dengan hati nurani yang bersih, mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran,” tulisnya.
Kent berpandangan Iran tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap Amerika Serikat. Ia juga menilai konflik tersebut dipicu oleh tekanan eksternal yang mendorong eskalasi militer.
Seorang veteran dengan 11 kali penugasan tempur, Kent turut menyinggung pengalaman pribadinya. Ia menyebut dirinya sebagai “Gold Star husband” setelah kehilangan istrinya yang gugur dalam penugasan militer sebelumnya. Pengalaman itu, menurut dia, memperkuat keyakinannya untuk menolak pengiriman pasukan dalam konflik yang dinilai tidak memiliki manfaat strategis.
“Saya tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk bertempur dan mati dalam perang yang tidak memberikan manfaat bagi rakyat Amerika maupun sebanding dengan pengorbanan nyawa,” ujarnya.
Kent juga melontarkan kritik terhadap sejumlah pejabat Israel dan tokoh media di Amerika Serikat. Ia menilai ada upaya menyesatkan pemerintah yang mengingatkan pada dinamika menjelang Perang Irak.
Menurut Kent, pola tekanan yang sama berisiko kembali menyeret AS ke dalam konflik berkepanjangan dengan konsekuensi besar. Ia mengingatkan agar kesalahan masa lalu tidak terulang.
Dalam pesannya kepada Presiden AS, Donald Trump, Kent mendesak adanya perubahan arah kebijakan luar negeri. Ia menilai keputusan di tangan presiden akan menentukan apakah AS mampu keluar dari eskalasi konflik atau justru semakin terjerumus dalam ketidakstabilan.
“Anda dapat membalikkan arah dan menentukan jalan baru bagi negara kita, atau membiarkan kita semakin terjerumus ke dalam kemunduran dan kekacauan. Keputusan ada di tangan Anda,” tulis Kent. (Anadolu/rih)

