JAKARTA || Fiona Handayani, mantan staf khusus Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung. Fiona diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan tahun 2019–2022.
Fiona tiba di Gedung Jampidsus, Jakarta, Selasa (5/8/2025), pukul 09.01 WIB. Mengenakan kemeja batik cokelat muda dan celana hitam, ia datang didampingi dua kuasa hukumnya. Saat disapa wartawan, Fiona hanya tersenyum dan mengangguk tanpa memberikan pernyataan.
Kuasa hukum Fiona, Indra Haposan Sihombing, menyatakan bahwa pemeriksaan kliennya hari ini masih dalam kapasitas sebagai saksi. “Hari ini, pemeriksaan berkaitan dengan empat tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya,” ujar Indra. Ini menjadi kali ketiga Fiona dipanggil penyidik Kejagung dalam perkara yang sama.
Empat tersangka dalam kasus ini adalah Jurist Tan, eks staf khusus Mendikbudristek; Ibrahim Arief, mantan konsultan teknologi di Kemendikbudristek; Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar Direktorat PAUD dan Dikdasmen (2020–2021); serta Mulyatsyah, Direktur Sekolah Menengah Pertama pada direktorat yang sama.
Nama Fiona disebut dalam penyidikan karena tergabung dalam grup percakapan WhatsApp bernama Mas Menteri Core Team, bersama Nadiem Makarim dan Jurist Tan. Menurut mantan Direktur Penyidikan Jampidsus Abdul Qohar, grup ini dibentuk pada Agustus 2019 dan telah membahas rencana pengadaan program digitalisasi sebelum Nadiem resmi dilantik sebagai menteri.
“Grup WhatsApp ini menjadi ruang komunikasi awal untuk menyusun rencana pengadaan Chromebook jika Nadiem terpilih menjadi Mendikbudristek,” kata Qohar. Pada 19 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo resmi mengangkat Nadiem sebagai menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.
Kejaksaan Agung masih mendalami peran sejumlah pihak yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek pengadaan Chromebook yang bernilai miliaran rupiah itu. Pemeriksaan terhadap Fiona menjadi bagian penting dalam penelusuran awal mula dan potensi penyimpangan pada proyek digitalisasi pendidikan tersebut. (rih)

