JAKARTA || Lindsay Lohan perlahan melepaskan diri dari bayang-bayang masa kecilnya yang cemerlang, tetapi membelenggu. Aktris yang melejit lewat ‘The Parent Trap dan Herbie: Fully Loaded’ itu mengaku pernah merasa terperangkap dalam citra ‘bintang cilik’, yang membuatnya sulit menembus peran-peran yang lebih dewasa dan kompleks.
Dalam wawancara dengan The Times UK, seperti dikutip Deadline, Minggu (3/8/2025), Lohan menyampaikan bahwa publik kerap menempatkannya dalam satu tipe peran. Ia mencontohkan perannya di film ‘A Prairie Home Companion’ (2006), yang sempat ditanggapi dengan skeptisisme hanya karena rekam jejaknya sebagai aktris cilik.
“Ya, benar (saya merasa dikucilkan). Kalian mengenal saya sebagai ini… tapi saya juga bisa menjadi itu,” ujar Lohan, merujuk pada keinginannya untuk mengeksplorasi karakter-karakter berbeda. “Saya ingin keluar dari siklus itu. Beri saya kesempatan. Jika Martin Scorsese mengajak saya bermain film, tentu saya tidak akan menolak.”
Luka dari Sorotan
Namun perjalanan Lohan bukan tanpa luka. Ia mengaku sempat menderita gangguan stres pascatrauma (PTSD) akibat pengawasan paparazi yang intens di usia muda.
“Saya tidak ingin keluarga saya mengalami dikejar-kejar seperti saya dulu. Itu momen yang sangat mengerikan dalam hidup saya,” ujarnya.
Pengalaman itu pula yang mendorongnya mengambil jeda dari dunia akting pada pertengahan 2000-an. Ia merasa kehilangan kegembiraan dalam membuat film, dan memilih fokus pada kehidupan pribadi.
Kembali dengan Kendali
Kini, Lohan kembali ke dunia hiburan dengan perspektif baru. Ia terlibat dalam serial ‘Count My Lies’ yang akan tayang di Hulu. Serial bergenre thriller itu menceritakan tentang seorang pengasuh licik yang menyusup ke keluarga penuh rahasia. Tak hanya menjadi pemeran utama, Lohan juga duduk sebagai produser eksekutif, bekerja sama dengan Isaac Aptaker dan Elizabeth Berger, duo di balik This Is Us.
Menurut Lohan, proyek ini mendekatkannya pada impian lama untuk terlibat dalam cerita yang kuat dan berlapis, seperti ‘All About Eve’ atau ‘Breakfast at Tiffany’s’.
“Tidak banyak yang seperti itu. Saya mendambakan pekerjaan seperti itu,” katanya.
Dengan pengalaman dan kedewasaan yang kini dimilikinya, Lohan tidak lagi sekadar ingin tampil di layar lebar, tetapi turut membentuk narasi di baliknya. Sebuah langkah baru untuk menghapus label lama. (rih)

