Foto : Dok. Kominfo Lumajang/Andhika
LUMAJANG || Pemerintah Kabupaten Lumajang menunjukkan keberpihakan nyata terhadap kelompok rentan, khususnya lansia, dalam momen pelepasan jemaah haji tahun 2025. Salah satu bentuk perhatian itu ditunjukkan melalui penanganan khusus terhadap Ibu Satumi, jemaah tertua yang berusia 95 tahun.
Dalam acara pelepasan 861 jemaah haji di Pendopo Arya Wiraraja, Rabu (7/5/2025), Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) memastikan bahwa kebutuhan lansia mendapatkan prioritas. Ibu Satumi, yang mengalami tremor dan kesulitan berdiri lama, langsung diarahkan untuk beristirahat di kamar pribadi milik Bupati agar tidak kelelahan selama acara berlangsung.
“Beliau sehat, tetapi karena faktor usia dan kondisi fisik, perlu perlakuan khusus. Kami ingin memastikan semua jemaah, terlebih yang lansia, bisa menjalani proses ini dengan nyaman dan aman,” ungkap Bunda Indah.
Demi menjamin kenyamanan dan keselamatan selama menjalankan ibadah, Pemkab Lumajang juga menyiapkan bantuan medis dan pendamping khusus bagi para jemaah lansia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan layanan inklusif dan ramah terhadap kelompok rentan.
Disamping itu, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha), menambahkan bahwa perhatian kepada kelompok rentan seperti lansia bukan sekadar bentuk kepedulian, tetapi tanggung jawab negara dalam menjamin hak-hak dasar warganya.
“Kelompok rentan seperti lansia harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan pelayanan publik, termasuk saat ibadah haji. Kami ingin memastikan mereka merasa aman, nyaman, dan dimuliakan,” ujarnya.
Kisah Ibu Satumi menjadi simbol ketangguhan kaum lansia. Meski berusia hampir satu abad, semangatnya dalam menunaikan rukun Islam kelima tetap menyala. Ia disebut telah menabung selama bertahun-tahun untuk mewujudkan cita-citanya berangkat ke Tanah Suci.
Bupati dan Wakil Bupati juga telah mengunjungi kediaman Ibu Satumi sebelum keberangkatan untuk memberikan doa dan dukungan moril. Kehadiran pemimpin daerah secara langsung menjadi bukti bahwa pelayanan terhadap lansia tak berhenti pada tataran administratif, melainkan menyentuh sisi empati dan kemanusiaan.
Melalui perhatian kepada para lansia dalam keberangkatan haji ini, Pemkab Lumajang kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pelayanan publik yang berkeadilan dan inklusif, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan lebih.(dsr)





