KOTA PONTIANAK || Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai Calon Direktur Utama (Dirut) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Februari 2026. Penunjukan ini diharapkan memperkuat Dukungan terhadap Program Pemerintah serta Peran Bank daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat, Jum’at (30/4/2026).
Menurut Edy Kusnadi, “Bank Kalbar adalah Bank dengan kondisi yang sangat sehat, dapat dilihat dari kinerja keuangan Bank Kalbar pada tahun 2025 dengan Risiko kredit rendah (NPL Gross 1,85% dan Net 0,58%), Efisiensi operasional baik (BOPO 69,94%), Permodalan yang sangat kuat (CAR 36,97%), Profitabilitas stabil (ROA 2,61% dan ROE 12,28%) dan Likuiditas yang terjaga (LDR 85,59%)”.
“Bank Kalbar mempunyai Total Aset pada tahun 2025 mencapai Rp27,68 Triliun dengan Aset Produktif tercatat sebesar Rp26,75 Triliun. Hal tersebut menunjukkan dominasi aset yang menghasilkan pendapatan dengan mencetak Laba bersih Tahun Berjalan mencapai Rp511 Miliar, Bank Kalbar sangat siap dalam mendukung Program Pemerintah untuk meningkatkan Ekonomi Daerah,” ujar Edy Kusnadi.
UMKM Baru 16,40% — Potensi Besar yang Siap Di Tingkatkan
“Upaya Bank Kalbar dalam meningkatkan Ekonomi Daerah, dapat di nilai dari Penyaluran Kredit UMKM yang mencapai Rp 2,93 Triliun dengan jumlah Debitur mencapai 19 ribu lebih nasabah berdasarkan data terakhir Per 31 Maret 2026. Bahkan Bank Kalbar siap meningkatkan porsi UMKM karena baru 16,40 % dari Total Kredit di Bank Kalbar,” ucap Edy Kusnadi.
Penambahan Kredit UMKM tetap menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi, penguatan fungsi kepatuhan, serta pelaksanaan audit secara berkala sebagai bagian dari three lines of defense,” tambah Edy Kusnadi yang telah memiliki kelengkapan Sertifikasi Manajemen Resiko sampai Jenjang tertinggi yaitu VII selain Sertifikasi Analisa Keuangan sesuai Pra-syarat yang diatur oleh OJK bagi Calon Pimpinan Bank.
Strategi Besar Calon Dirut Baru: Tak Mau Bergantung pada Satu Sektor
“Saya juga akan memastikan bahwa Bank Kalbar tidak bergantung pada satu segmen bisnis saja. Saya akan membangun keseimbangan antara wholesale dan retail banking, meningkatkan kontribusi fee-based income, memperkuat efisiensi operasional melalui digitalisasi, memastikan pertumbuhan bisnis selaras dengan kapasitas modal dan manajemen risiko. Struktur bisnis yang seimbang akan meningkatkan ketahanan Bank Kalbar terhadap tekanan ekonomi dan kompetisi,” ujar Edy Kusnadi.
Dari Staf Biasa ke Calon Dirut Bank Kalbar
Edy Kusnadi bukan sosok baru di internal Bank Kalbar. Ia memulai karier dari tingkat bawah sebagai staf junior akuntansi di Nanga Pinoh Kabupaten Melawi Kalbar dan telah mengabdi selama kurang lebih 17 tahun. Pengalaman tersebut mencakup berbagai posisi strategis di sejumlah cabang Bank Kalbar, termasuk penugasan di Jakarta sebagai Wakil Pemimpin Cabang.
Putra asli Kalbar ini, dinilai oleh Para Pemegang Saham dalam RUPS sangat layak dan mampu mengemban Visi Bank Kalbar untuk men-transformasikan Bank menjadi Bank Pembangunan Daerah yang sehat, tangguh, berdaya saing nasional, dan berkelanjutan melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko yang unggul, serta transformasi digital yang terintegrasi. Menjadikan Bank Kalbar sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan, serta menjadi mitra strategis OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan daerah.(**)





