KOTA PROBOLINGGO || Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan berbagai program untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Probolinggo.
Walikota Probolinggo, dr. Aminuddin, Ketua DPRD Kota Probolinggo, Dwi Laksmi Shinta, Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani, OPD di Lingkungan Pemkot serta Masyarakat Peduli Lingkungan, Pelaku Usaha dan Siswa hadir di acara “ Gaya Hidup Sadar Sampah “. Rabu (30/4/2025) pagi.
Kepala DLH, Retno Wandansari melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, organisasi masyarakat, dan masyarakat umum.’
“Menjaga kebersihan lingkungan adalah komitmen penting dari pemerintah.Pemerintah akan terus mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan sampah, dan mereka juga mengimbau masyarakat untuk turut peduli dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tidak hanya itu, sanksi keras akan diterapkan bagi siapapun yang membuang sampah sembarangan di masa depan,” terangnya.
Dalam sambutannya, Walikota Probolinggo, Aminuddin menyampaikan, tanggung jawab terhadap lingkungan bukan hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga menjadi kewajiban bersama tiga pilar utama, yakni pemerintah, dunia usaha, dan semua lapisan masyarakat.
“ Kolaborasi Bersama untuk Indonesia Bersih, kegiatan ini difokuskan pada upaya pengelolaan sampah melalui delapan Asta Aksi Peduli Sampah Nasional 2025, yang mencakup berbagai wilayah, yaitu pantai, gunung, mangrove, desa, kampus, pasar, sekolah, dan pesantren,” terang Aminuddin.
Walikota Aminuddin juga menyampaikan, Sehubungan dengan apa yang saya sampaikan, untuk mendukung peningkatan kesadaran seluruh elemen masyarakat termasuk pegawai di lingkungan Pemkot Probolinggo.maka pada hari ini saya juga me Launching “ Gerakam Gaya Hidup Sadar Sampah “ di Kota Probolinggo melalui SE No 500.9.14.2/68/425.001 Tahun 2025 Tentang Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah dan SE No 500.9.14.2/69/425.001 Tahun 2025 Tentang Penggunaan Produk Daur Ulang.
“ Mulai hari ini para pegawai se Kota Probolinggo sudah memakai produk daur ulang untuk bekerja seperti tas kerja, tas laptop, topi, brous, dan lainnya.Ini adalah upaya kita bersama dalam meningkatkan kesadaran dan peran serta semua pihak,” tutup Aminuddin.
Sementara itu,Kepala Departemen PT Pegadaian Probolinggo, Sutikno berharap, di momen HPSN 2025 ini Pemkot Probolinggo bersama seluruh masyarakat dapat berkomitmen dan berkolaborasi bersama seluruh pihak untuk menjaga kebersihan Kota Probolinggo.
”Kami PT Pegadaian akan terus mensuport dalam rangka menciptakan Kota Probolinggo Bersolek yang semakin bersih dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” jelas Sutikno.
Ketua Perkumpulan Peduli Sampah (Papesa), Syaifudin Zuhri, menyambut kegiatan ini dengan baik dan berharap agar pemerintah lebih aktif dalam memantau pengelolaan sampah. Kami sangat mendukung program ini dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“ Untuk menunjukkan komitmen gaya hidup sadar sampah dalam menjaga kebersihan lingkungan, telah dilakukan penandatanganan perjanjian kolaborasi oleh semua pihak yang terlibat, termasuk perangkat daerah, pelaku usaha, dan organisasi masyarakat.
Dengan penandatanganan ini, kami sepakat untuk bekerja bersama secara sinergis dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah sesuai jenisnya sejak awal, dan bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah sesuai dengan peraturan yang berlaku,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Kota Probolinggo menjadi lebih bersih dan masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan untuk masa depan yang lebih baik.(Choy)

