JAKARTA || Laga kandang terakhir Persib Bandung di Liga 1 musim ini mengalami perubahan jadwal. Pertandingan melawan Persis Solo yang semula dijadwalkan pada Minggu (25/5) pukul 15.30 WIB, dimajukan menjadi Sabtu (24/5) pukul 19.00 WIB di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung.
Keputusan ini diumumkan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus, Rabu (7/5), di Jakarta. Menurut Ferry, pemajuan jadwal dilakukan agar tidak mengganggu rencana konvoi juara Persib yang akan digelar pada Senin (26/5).
“Penyerahan trofi dilakukan pada 24 Mei malam. Kami majukan dari tanggal 25 supaya memberi ruang waktu bagi Persib merayakan gelar juara bersama suporternya,” ujar Ferry.
Ia menambahkan, perubahan ini turut berdampak pada sejumlah laga pekan terakhir Liga 1, khususnya tim-tim yang masih terancam degradasi. Hingga pekan ke-31, tercatat tujuh tim berpeluang turun kasta, dengan tiga di antaranya—PSIS Semarang dan PSS Sleman (masing-masing 25 poin) serta Barito Putera (30 poin)—masih berada di zona merah.
Sementara itu, empat tim lain yang belum aman dari ancaman degradasi adalah Semen Padang (31 poin), Persis Solo (32 poin), Madura United (33 poin), dan Persik Kediri (37 poin). Menurut Ferry, laga mereka kemungkinan juga dimajukan agar pertandingan tim-tim tersebut bisa digelar secara paralel.
Ferry memastikan bahwa laga Persib kontra Persis akan tetap berlangsung malam hari untuk memfasilitasi penilaian akhir seperti penghargaan top skor dan pemain terbaik.
Persib Bandung telah memastikan gelar juara musim ini setelah Persik Kediri bermain imbang 3-3 melawan Persebaya Surabaya, Senin lalu. Hasil tersebut membuat poin maksimal yang bisa diraih pesaing terdekat—Persebaya dan Dewa United—tak lagi mampu mengejar koleksi 64 poin milik Persib.
Sebagai kampiun Liga 1, Persib berhak atas hadiah uang tunai yang diperkirakan berkisar Rp 2 miliar hingga Rp 4 miliar. “Besaran hadiah ditentukan berdasarkan peringkat akhir. Juara mendapat yang tertinggi, sementara peringkat ke-16 hingga ke-18 tidak menerima hadiah uang, hanya kompensasi dari hak siar,” tutur Ferry. (rih)





