MOSKOW || Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mempertimbangkan pengiriman rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina dalam jumlah terbatas untuk menekan Rusia agar bersedia membuka perundingan damai. Kebijakan ini disebut masih dalam tahap pembahasan di Gedung Putih, seperti dilaporkan harian El Mundo pada Senin (6/10/2025).
Menurut laporan itu, Trump ingin penggunaan rudal tersebut menjadi sinyal diplomatik bagi Moskow. Langkah ini diharapkan dapat mendorong Presiden Rusia Vladimir Putin duduk di meja perundingan bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Jika Kremlin menolak, Amerika Serikat dikabarkan siap memperluas pasokan senjata ke Kiev.
Utusan khusus Trump untuk Ukraina, Keith Kellogg, pada 5 Oktober mengatakan bahwa presiden “masih menimbang” kemungkinan mengizinkan Ukraina memiliki sistem rudal jarak jauh tersebut. Wakil Presiden JD Vance pun mengonfirmasi bahwa Washington sedang mempertimbangkan permintaan Kiev atas Tomahawk.
Sebelumnya, pada 2 Oktober, Putin memperingatkan bahwa pengiriman rudal tersebut akan memperburuk hubungan bilateral Rusia–AS. Ia menilai penggunaan Tomahawk oleh Ukraina tidak mungkin dilakukan tanpa keterlibatan langsung militer Amerika Serikat di lapangan.
Langkah ini menjadi ujian awal bagi arah kebijakan luar negeri Trump yang berusaha menyeimbangkan tekanan terhadap Rusia dengan janji kampanyenya untuk mengakhiri konflik di Ukraina melalui jalur diplomasi. (rih)
.

