PARIS | Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menerima pengunduran diri Laurence des Cars dari jabatan Direktur Museum Louvre, Selasa (24/2). Keputusan tersebut diumumkan melalui pernyataan resmi Istana Elysee.
Dalam keterangan itu disebutkan, pengunduran diri diterima sebagai bentuk tanggung jawab di tengah kebutuhan museum akan stabilitas dan dorongan baru guna menuntaskan proyek keamanan serta modernisasi yang tengah berjalan.
Beberapa bulan terakhir, museum terbesar di dunia tersebut menghadapi serangkaian tantangan serius. Pada Oktober 2025, empat tersangka dilaporkan mencuri perhiasan senilai sekitar 88 juta euro. Dengan kurs 1 euro setara Rp19.824, nilai itu mencapai sekitar Rp1,74 triliun atau sekitar 103 juta dollar AS.
Tak lama berselang, pada akhir November, kebocoran air merusak ratusan buku koleksi di perpustakaan Egiptologi museum. Insiden tersebut menambah daftar persoalan yang membebani manajemen.
Di sisi lain, aksi mogok kerja yang terjadi berulang kali juga menyebabkan penutupan museum secara berkala, memengaruhi operasional serta kunjungan publik.
Pemerintah Prancis kini diharapkan segera menunjuk pimpinan baru guna memastikan proyek penguatan keamanan dan pembaruan fasilitas Louvre dapat berjalan sesuai target, sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi budaya ikonik tersebut. (rih)

