AWG Serukan Komunitas Internasional Bersatu Hentikan Agresi AS-Israel ke Iran 

Must read

JAKARTA | Organisasi kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) menyerukan komunitas internasional untuk bersatu menghentikan agresi militer oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, yang dinilai melanggar hukum internasional dan mengancam perdamaian dunia. Pernyataan itu disampaikan Ketua Presidium AWG Muhammad Anshorullah dalam siaran pers, Minggu (1/3/2026).

Menurut Anshorullah, tindakan militer AS–Israel tak hanya melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetapi juga memperkuat praktik agresi yang merusak tatanan global dan berkaitan erat dengan penjajahan terhadap rakyat Palestina. Ia menekankan bahwa Iran selama ini menjadi salah satu negara yang konsisten mendukung perjuangan Palestina dan menolak intervensi asing.

“Seluruh pihak bertanggung jawab untuk memperjuangkan perdamaian berkelanjutan, menghormati kedaulatan negara, serta menghentikan praktik agresi yang merusak tatanan global,” kata Anshorullah.

Dampak Konflik

Serangan militer besar oleh AS dan Israel terhadap sejumlah kota di Iran dilaporkan menewaskan sekitar 201 orang dan melukai setidaknya 747 lainnya menurut data awal dari komunitas medis dan media regional. Serangan pada sebuah sekolah dasar putri di Minab dilaporkan menewaskan puluhan anak perempuan, dengan angka korban yang terus diperbarui seiring operasi penyelamatan berlangsung.

Di luar Iran, konflik ini telah menimbulkan respons balasan oleh Iran yang meluncurkan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah, memperluas dampak konflik secara regional.

Puncak eskalasi terjadi ketika Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel, yang memicu gelombang protes massal di Iran dan di berbagai negara lain.

Reaksi Global 

Kematian Khamenei mengundang reaksi tajam dari berbagai negara dan organisasi global. Pemimpin seperti Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan moral, sementara Sekretaris-Jenderal PBB António Guterres mendesak segera dihentikan permusuhan untuk mencegah konflik yang lebih luas.

Sementara itu, negara-negara Eropa mengimbau de-eskalasi dan dialog diplomatik untuk meredakan ketegangan yang meningkat, dan demonstrasi pro-Iran atau anti-AS/Israel berlangsung di sejumlah kota di Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

Konteks

AWG menilai konflik ini bukan sekadar hitungan militer semata, tetapi mencerminkan konflik struktural terkait kekuatan hegemonik global yang memanfaatkan ketegangan regional untuk kepentingan geopolitik. Pernyataan AWG juga mengkritik peran forum seperti Board of Peace (BoP) yang dibentuk Amerika Serikat, yang disebut gagal menjaga stabilitas dunia dan kehilangan legitimasi moral.

Organisasi itu menegaskan bahwa konflik yang terus berlanjut hanya memperparah penderitaan rakyat tak berdosa, merusak stabilitas kawasan, dan mengancam perdamaian internasional.

Mereka menyerukan persatuan umat dan solidaritas global untuk menekan agresi militer, menghormati kedaulatan negara, dan mengupayakan solusi damai yang adil bagi semua pihak, termasuk penghentian penjajahan serta penghormatan hak asa untuksi di Palestina. (rih)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article