BerandaOpiniApa Itu LC, Suka Dukanya Seperti Apa?

Apa Itu LC, Suka Dukanya Seperti Apa?

Kabarmetro.id – Ladies companion (LC) merupakan istilah lain dari pendamping atau pendamping karaoke. Tugas LC di industri karaoke adalah untuk menyanyikan lagu bersama dengan pelanggan di dalam ruangan karaoke, sehingga suasana menjadi lebih meriah dan menyenangkan. LC diharuskan untuk dapat menghibur pelanggan dengan penampilan yang seksi.

Sisi buruk menjadi LC yaitu, orang yang datang tidak akan menghormatimu. Kamu hanyalah properti yang bisa dimanfaatkan untuk nafsu mereka. Badanmu dipegang-pegang oleh orang yang tidak kamu kenal. Kamu tidak bisa protes karena memang kamu dibayar untuk ini.

Kamu dipaksa untuk bernyanyi sambil selalu tersenyum.

Kalau terlihat saja sedikit rasa kesal di wajahmu, kamu akan diprotes dan bisa-bisa dipecat karena pembeli adalah raja.

Kamu harus menjadi yang paling semangat di ruang karaoke meskipun kamu sedang capek atau merasa tidak nyaman karena tangan-tangan tidak dikenal yang terus menerus memegangmu, ini duka menjadi LC harus tetap hati-hati dan waspada.

Barusan sebelum saya menulis ini saya mengirim pesan ke salah satu mantan LC. “Assalamualaikum. Mau tanya, mba, katanya mantan LC? Boleh tanya nggak, suka duka menjadi LC seperti apa? Buat bahan tulisan saya di artikel,” kata saya. Ternyata dia masih belum mau cerita karena yang ditakutkan orang lain menangis mendengar ceritanya.

Namun terlepas itu semua, ada duka ada sukanya juga. Pendapatan menjadi seorang LC jauh lebih besar ketimbang gaji UMR Cikarang, Karawang dan Jakarta, ini fakta atau mitos? Yang jelas ini fakta kayaknya. Saya ada seorang teman perempuan, dia bekerja LC di Jakarta soalnya dan dia beberapa tahun lalu sempat cerita dan kini dia sekarang udah berhenti menjadi LC.

Huussstt, tapi kita tidak boleh memandang seseorang tentang keburukan. Dia memilih menjadi LC karena tuntutan dan kebutuhan. Kita tidak boleh menjustifikasi seseorang LC dengan kata-kata kotor. Pernah dengar cerita jaman dulu? Seseorang pelacur sedang mabuk, tiba-tiba di tengah perjalanan melihat seekor anjing yang lagi kehausan, lalu pelacur itu memberikan air kepada anjing itu, kemudian pelacur itu meninggal dunia dan masuk surga? Saya pernah membaca sebuah hadis, “Siapa yang tidak menyayangi manusia, tidak akan disayang Allah.” (HR. al-Thabarani). Hadis ini bahkan tidak menyebut manusia yang beriman saja, tetapi manusia secara keseluruhan.

Kemarin, saya membaca posting-an dari seorang teman Facebook. Dia membagikan video seorang penyanyi yang mempelintir sebuah lirik yang tertuju kepada LC. Apakah penyanyi itu salah? Mungkin analisis saya benar atau salah, saya menilai penyanyi itu spontan merubah lirik tersebut bahkan menjadi bahan kontroversi akhirnya penyanyi tersebut memberikan klarifikasinya. Tapi ada baiknya juga sih dia minta maaf.

Eeeiittsss, menurut Kementerian Ketenagakerjaan, Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si. dilansir dari media Detik Finance, “Menjadi pemandu karaoke dan spa terapis adalah profesi halal. Pandangan-pandangan miring terhadap profesi ini bisa dijawab dengan adanya sertifikat dan standar yang jelas,” ujar Ida dalam keterangan tertulis, Kamis (9/12/21).

Saya sepakat apa yang beliau bilang. LC itu pekerjaan halal, asal tidak melanggar norma-norma agama dan hukum. Ada baiknya juga sih, ketika kita malas menyanyi dan suara kita fals, masih ada LC-LC lain yang siap menanti kita.

Pertanyaan, apakah saya pernah karaokean bersama pemandu karaoke atau LC?

Saya pernah, beberapa tahun yang lalu waktu jamannya masih sekolah. Saya dan teman-teman karaokean di salah satu tempat hiburan. Teman saya meminta LC untuk menyanyikan lagu dan LC itu dibayar. Apakah LC itu diraba-raba oleh teman-teman?

I don’t now, saya soalnya pulang terlebih dahulu karena paginya sekolah.

Stop menghujat LC. Stop menjustifikasi. Karena mereka memilih pekerjaan tersebut karena terpaksa dan kebutuhan. Saya jamin, tidak ada perempuan yang bercita-cita ingin menjadi LC, kalau tidak ada kebutuhan hidup atau pengaruh di masa lalunya.