KOTA PROBOLINGGO || Mediasi warga di RW 6 (Kampung Dok) yang digelar di Kantor Kelurahan Mayangan bersama PT KTI waktu lalu belum mendapat respon positif dari masyarakat sekitar.
Pantauan Kabarmetro,Id dilapangan, puluhan warga yang terdiri dari remaja lelaki, ibu-ibu rumah tangga serta kepala keluarga ini juga Ketua RW dan RT setempat mendatangi Perusahaan Kayu PT KTI untuk melakukan aksi unjuk rasa menuntut ganti rugi serta janji-janji perusahaan, Kamis (3/7/2025) pagi.
Ketua RT setempat,Taufik menyampaikan pihak perusahaan PT KTI agar segera menanggapi tuntutan warganya yang terdiri dari beberapa point.
Pertama menyampaikan bahwa adanya rumah warga yang retak akibat getaran mesin saat beroperasi di PT KTI. Sehingga warga di RW 6 menuntut ganti rugi akibat kerusakan rumah tersebut kepada pihak perusahaan.
Kedua, pembangunan PT KTI ini pada awalnya saluran air atau drainase yang tak memadai. Sehingga air meluap dan menimbulkan banjir saat musim hujan.
Warga sekitar mengaku sudah bosan dengan janji-jani manis pihak perusahaan kepada masyarakat.
“Harusnya warga sekitar ini diuntungkan dengan adanya perusahaan kayu PT KTI di daerah ini karena akan memberi peningkatan ekonomi. Tetapi kenyataannya justru sebaliknya, warga banyak merasa dirugikan.Selain getaran mesin juga adanya debu partikel serta hal-hal lainnya yang sangat fatal dirasakan oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sementara itu,pihak managemen PT KTI,Division Head General Alfairs,Agung Bhayangkara melalui keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa perihal jumlah penerima beras usulan kami dari PT KTI menyesuaikan dengan data terbaru yang telah diverifikasi dan disetujui oleh kedua belah pihak yaitu PT KTI dan Ketua RW 6 bersama RT 01 dan 02, untuk segera dilakukan verifikasi atas data jumlah penerima beras yang telah kami kirimkan kepada RW agar segera direalisasikan kepada warga untuk periode 2025.Untuk pemeriksaan kesehatan kepada warga kampung dok di wilayah RW 06 tetap dilaksanakan 2 kali di tahun 2025,” jelas Agung.
Sementara itu untuk biaya petugas kebersihan sejumlah 2 orang,PT KTI hanya memberikan bantuan untuk bulan Mei dan Juni,Untuk bulan Juli dan seterusnya PT KTI akan memberikan petugas pembersihan instalasi filter utama drainase dengan jadwal 1 kali dalam seminggu ( Rabu pada pukul 08 – 10.00 WIB).
“ Sehubungan dengan hal tersebut PT KTI mulai bulan Juli 2025 dan seterusnya tidak lagi memberikan biaya tenaga kebersihan karena sudah ada petugas yang menangani,” imbuh Agung.(Choy)

