MELAWI || Kabut ancaman narkoba di Kabupaten Melawi kini dihadapi dengan perlawanan yang tak biasa. Bukan dengan senjata, melainkan dengan kesadaran kolektif yang meledak di ruang digital. Sejak pagi tadi, status WhatsApp masyarakat Melawi berubah menjadi “Lautan Perlawanan” melalui poster viral bertajuk: “Gerakan Peduli Generasi Muda: Berani Keren Tanpa Narkoba!”
Gerakan yang dimotori oleh Dea Kusumah Wardhana, Founder Ngumbai Semongat sekaligus Ketua Umum KPA Ciwanadri Melawi, awalnya hanyalah sebuah ajakan tulus. Namun, pesan sederhana itu bermutasi menjadi gerakan masif yang tak terbendung.
“Terima kasih atas partisipasi dan kepedulian kita semua. Ini bukan sekadar poster, ini adalah janji kita untuk nasib masa depan Melawi,” ujar Dea dengan nada haru.
Poster tersebut bukan sekadar desain visual. Ia membawa pesan filosofis bahwa **”Keren”** tidak lahir dari zat terlarang, melainkan dari keberanian untuk berdiri tegak dengan akal sehat. Isinya sangat tajam:
1. Berani Keren Tanpa Narkoba!**
2. Narkoba bukan solusi, tapi awal kehancuran.
3. Selamatkan masa depan Melawi.
Fenomena ini memicu efek bola salju. Tak pandang bulu, mulai dari Jurnalis, Anggota DPRD, Aparat TNI/Polri, tokoh agama, hingga organisasi besar seperti FOPAD, POM, Gapsido, Kapal, dan Pemuda Muhammadiyah melebur dalam satu visi. Kesadaran ini menandakan bahwa Melawi sedang tidak baik-baik saja, namun masyarakatnya menolak untuk diam.
Viralnya poster ini di setiap sudut status WhatsApp adalah bukti bahwa warga Melawi telah mencapai titik kesadaran puncak. Narkoba bukan lagi sekadar urusan hukum, tapi ancaman eksistensial bagi keluarga dan lingkungan.
Gerakan ini adalah sebuah teguran keras bagi para pengedar dan harapan baru bagi para pemuda: bahwa di Melawi, kebersamaan adalah benteng terkuat.
**”Melawi Bersih Narkoba, Generasi Muda Berdaya!”** — sebuah slogan yang kini bukan lagi mimpi, melainkan langkah nyata yang dimulai dari jempol kita masing-masing.(jnr)

