Curhat Leony Trio Kwek Kwek Bawa Koreksi Pajak Warisan

Must read

JAKARTA || Unggahan penyanyi sekaligus aktris Leony Vitria tentang pajak warisan mendadak ramai dibicarakan di media sosial. Kisah pribadinya ketika mengurus balik nama rumah mendiang ayah membuat banyak orang merasa “senasib.”

Leony mengaku harus membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 2,5 persen dari nilai properti. Ia tak mengetahui ada kemungkinan keringanan. “Gue tetap bayar pajak, walaupun sambil ngedumel,” katanya sambil tersenyum getir ketika ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Kisah itu bukan sekadar soal administrasi tanah dan bangunan. Di balik curhatnya, terselip keresahan banyak orang tentang sistem perpajakan. Leony terang-terangan mengungkap kekecewaan atas kurangnya transparansi penggunaan dana pajak. “Kita seumur hidup bayar pajak, tapi kita tidak pernah tahu uang itu dipakai untuk apa,” ujarnya.

Ia pun menyinggung fenomena korupsi di kalangan pejabat publik. Menurutnya, itu memperkuat rasa tidak percaya masyarakat. “Padahal bukan kita tidak mau bayar pajak. Kita hanya ingin pajak dipakai sebagaimana mestinya, untuk pembangunan dan kesejahteraan,” katanya.

Keluh kesah Leony terasa membumi. Ia memberi contoh sederhana: jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Padahal, pajak menjadi tulang punggung penerimaan negara. “Kalau hal sekecil itu tidak dibenahi, wajar masyarakat bertanya-tanya,” ujarnya.

Resonansi curhat itu pun meluas. Banyak warganet menimpali dengan pengalaman serupa. Di balik kelakar dan keluh, tersimpan aspirasi yang sama: publik ingin pajak lebih adil, transparan, dan nyata manfaatnya. (rih)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article