Sopir Bank Ditangkap Tapi Rp10 Miliar Uang Kontan Raib dari dalam Mobil

Must read

GUNUNGKIDUL || Panggang, Gunungkidul, Senin (8/9/2025) pukul empat pagi, tim Polresta Solo bergerak cepat. Mereka mengepung sebuah rumah sederhana. Begitu pintu terbuka, seorang lelaki berinisial A langsung dibekuk. Dialah sopir Bank Jateng cabang Wonogiri yang selama sepekan terakhir jadi buruan polisi dan sorotan publik.

A bukan sopir baru. Sejak 2018 ia sudah mengemudikan mobil operasional bank pelat merah di Wonogiri. Namun, Senin (1/9) lalu, ia mengambil jalan berbeda. Dari jadwal pengambilan uang tunai Rp11 miliar, A justru membawa kabur Rp10 miliar yang sudah diangkut dari Bank Indonesia dan kantor cabang di Jalan Slamet Riyadi, Solo.

Kesempatan muncul begitu polisi pengawal beranjak ke toilet. Mesin mobil Toyota Avanza Veloz hitam berpelat H 1959 UF menyala, dan A tancap gas. Sejak itu ia menghilang bersama tumpukan uang miliaran rupiah di dalam kendaraan.

Dua hari kemudian, mobil itu ditemukan di Colomadu, Karanganyar. Kosong melompong. Hanya kunci mobil masih tergantung di batang kemudi. Uang tunai Rp10 miliar lenyap tanpa jejak.

Kepolisian sigap, tapi pertanyaan publik jauh lebih deras: bagaimana sistem keamanan sebuah bank bisa kecolongan begitu besar hanya gara-gara satu sopir? Mengapa pengawalan polisi begitu longgar, sampai-sampai meninggalkan mobil berisi uang miliaran?

Kapolresta Solo, Kombes Catur Cahyono Wibowo, memastikan A kini ditetapkan sebagai tersangka utama. Namun, barang bukti uang tunai masih misterius. “Tim masih bekerja di lapangan, menelusuri keberadaan uang tersebut dan kemungkinan ada pihak lain yang terlibat,” ujarnya.

Bagi Bank Jateng, kasus ini bukan sekadar kehilangan uang tunai. Ada kepercayaan publik yang ikut digadaikan. Sementara itu, untuk A, subuh di Panggang menjadi akhir dari pelarian singkat yang berawal dari kursi sopir. (rih)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article