Melawi || Beberapa hari ini dihebohkan sebuah postingan di Facebook yang mana diduga kepala desa Siyai memungut biaya sebesar 700 ribu di jalan yang dia buat di lahannya sendiri.
Di dalam postingan tersebut yang memiliki akun bernama Asih Karnila mengatakan dalam postingan tersebut “Eh² sampai ada yang kena 700ribu. tanah pribadi lagi menyala Abang ku. jalan siyai tanah pribadi milik pak kades siyai”.
Saat di konfirmasi pemilik akun tersebut oleh wartawan kabarmetro.id mengatakan bahwa, “untuk sekarang jalan PT SBK lagi hancur. jadi pak kades punya tanah pribadi dekat jalan SBK, lalu di buatlah jalan di tanah itu untuk jalan yang di lewati sekarang. kalau emang minta sopoi gak harus 100ribu 1 titik 2 titik udah 200ribu. kan gak semua orang selalu stok/pegang duit. Ucap Asih Karnila Pemilik akun Facebook tersebut.
Dengan adanya pernyataan tersebut kepala desa Siyai yaitu siyento saat di temui langsung oleh wartawan kabarmetro.id mengatakan, ” Memang itu lahan saya akan tetapi tidak semua nya milik saya, ada juga milik warga saya, serta ada dua titik yang beberapa waktu lalu kami lakukan pembuatan jalan, dengan panjang keseluruhan kurang lebih 300 meter dengan menggunakan alat berat,” ucapnya.
“Kami menggunakan alat berat juga tidak secara gratis, tapi menggunakan biyaya pribadi kami, bukan dari anggaran desa, dan untuk biaya bagi pengendara mobil yang Melawati jalan tersebut di kenakan 50 ribu pertitik dan kendaraan roda dua itu suka rela mau di berikan berapa juga tidak apa-apa seikhlasnya saja ucap siyento kades Siyai.
Siyento juga menambah kan adapun yang di kenakan biayaya 100 ribu pertitik itu khusus untuk kendaraan roda 4 yang bermuatan berat dan uang itu juga bukan buat saya sendiri namun untuk pekerja yang di lapangan yang mana setiap harinya menibun jalan yang berlubang parah di karna kan kendaraan roda 4 yang bermuatan barang berat, dan terkait tudingan atau tuduhan terhadap saya meminta uang sebesar 700 ribu perkendaraan itu tidak benar karan saya tidak pernah lakukan itu, kemungkinan itu oknum yang tidak bertanggung jawab, ungkapannya.
“Saya melakukan ini bukan semata-mata untuk mencari keuntungan atau memanfaatkan keadaan saat ini, saya hanya membantu masyarakat sekitar dan mempermudah akses jalan antara provinsi Kalbar dan kalteng, karna kita ketahui saat ini melalui jalan PT SBK mengalami rusak parah dikarenakan cuaca alam yang tidak menentu sehingga saat ini sulit di lewati, tutup kades Siyai.
Sementara Yudi selaku pengguna roda 4 mengatakan “saya tidak Maslah dengan biyaya tersebut di karenakan sangat membantu kami agar lebih cepat sampai di kota kabupaten Melawi untuk belanja sembako dan lain-lainnya, apa bila tidak ada jalan tersebut mungkin kamu bisa tidur di jalan hingga dua malam karena kami dari daerah Kalteng, tutupnya.
Senada dengan penjual sayuran yaitu Bambang, ” saya pengguna motor adanya jalan pintas ini sangatlah membantu dan saya selaku pengguna roda dua ketika saya lewat biasa bayar 2 ribu rupiah kalau ada rejeki lebih kadang saya kasi lima ribu rupiah itu juga tidak tentu sih, tutupnya.(Januar)

