MELAWI || Suasana duka menyelimuti Dusun Nusa Indah, Desa Kenual, pada Kamis (12/3/2026). Seorang remaja berinisial HD (14), yang merupakan santri dari Pondok Pesantren Tahfidz Bustanul Qur’an, dilaporkan hilang setelah terseret arus kuat saat mandi di aliran Sungai Pinoh.
Peristiwa ini bermula setelah rutinitas ibadah pagi. Berikut adalah urutan kejadian berdasarkan keterangan saksi di lokasi:
Pukul 07.00 WIB: Korban bersama 12 rekannya selesai melaksanakan salat duha di pondok pesantren.
Pukul 08.00 WIB:Setelah berjalan kaki sejauh tiga kilometer, rombongan tiba di tepi Sungai Pinoh untuk mandi bersama.
Pukul 10.30 WIB: Petaka terjadi. Saat sedang asyik mandi, korban tiba-tiba terseret arus ke tengah sungai yang memiliki kedalaman cukup ekstrem.
Saksi mata yang berada di dekat korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun, karena keterbatasan kemampuan berenang, saksi hanya bisa berteriak meminta bantuan. “Tolong Harda, abang saya tenggelam!” teriak saksi dalam kepanikan. Sayangnya, jarak rekan-rekan lainnya yang terlalu jauh membuat nyawa korban tak sempat terjangkau sebelum akhirnya hilang ditelan arus.
Mendapat laporan tersebut, jajaran Polres Melawi bergerak cepat. Pamapta I Polres Melawi, IPDA Yakin Puas, S.H., bersama personel piket langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memimpin upaya awal pencarian.
Saat ini, operasi kemanusiaan tersebut melibatkan sinergi berbagai pihak, di antaranya:
1.Personel Polsek Nanga Pinoh
2.Tim BPBD Kabupaten Melawi
3.Pengurus Pondok Pesantren Tahfidz Bustanul Qur’an
4.Warga Lokal dan Relawan
“Kami terus berupaya semaksimal mungkin dengan menyisir titik-titik aliran sungai di sekitar lokasi kejadian. Fokus utama kami saat ini adalah menemukan korban secepat mungkin,” ujar perwakilan tim pencari di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berjuang melawan arus sungai untuk menyisir keberadaan HD. Keluarga dan kerabat korban terus menanti dengan harapan besar agar remaja tersebut dapat segera ditemukan.(jnr)

