Turunkan Angka Pengangguran Melalui Job Fair Inklusi 2025, Ini Kata Wali Kota Aminuddin

Must read

KOTA PROBOLINGGO || Pemerintah Kota Probolinggo, berusaha untuk menurunkan angka pengangguran melalui kegiatan bursa kerja atau Job Fair Inklusi 2025 yang rutin digelar setiap tahun oleh Disnakerperin.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Probolinggo Budiono Wirawan dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa sebanyak 42 perusahaan yang ikut dalam Job Fair Inklusi 2025.

Sesuai dengan namanya Job Fair Inklusi ini menyediakan kesempatan kerja bagi semua pencaker termasuk panyandang disabilitas sebagai wujud implementasi Perda Kota Probolinggo No 2 Tahun 2024 tentang menghormati perlindungan dan pemenuhan hak – hak penyandang disabilitas.Ada 42 perusahaan dan yang membuka lowongan pekerjaan khusus disabilitas sebanyak 7 perusahaan.

“Jumlah lowongan yang tersedia pada bursa kerja itu sebanyak 991 lowongan dengan jumlah pencari kerja 450 perempuan dan 541 laki laki,” terang Budi, Rabu (2/7/2025) pagi.

Ia berharap, kegiatan bursa kerja itu bisa menurunkan jumlah pengangguran terbuka di Kota Probolinggo yang tercatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2025 sebesar 4, 4 hingga 3,8 persen dan jumlah itu menurun dari tahun sebelumnya sebesar 4,57 persen.

Masyarakat Kota Probolinggo, lanjutnya, bisa mendapatkan informasi bursa kerja melalui media sosial milik Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Probolinggo.

Budiono menjelaskan berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian dalam rangka penanggulangan pengangguran melalui program pelatihan kerja bagi calon tenaga kerja berbasis kompetensi.

“Dengan berbagai program pelatihan tersebut diharapkan mampu memberikan ketrampilan yang memadai bagi calon pencari kerja untuk terjun di dunia industri atau bekerja secara mandiri,” ujarnya.

Sementara Walikota Probolinggo,dr,Aminuddin mengatakan bursa kerja merupakan salah satu upaya menurunkan angka pengangguran serta memiliki nilai yang penting dan strategis untuk mempercepat penempatan tenaga kerja secara praktis, efisien dan efektif serta membantu pencari kerja untuk menemukan pekerjaan yang diinginkan.

“Saya mengapresiasi kegiatan bursa kerja karena akan mengurangi jumlah pengangguran di Kota Probolinggo. Harapannya, jangan hanya setahun sekali sehingga kesempatan pencari kerja itu peluangnya lebih besar lagi,” katanya.(Choy)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article