WASHINGTON | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan harapannya agar pengerahan pasukan internasional ke Jalur Gaza tidak perlu dilakukan. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang digelar di Washington DC, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
“Banyak negara yang sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan Timur Tengah ingin terlibat. Mereka mengatakan siap mengirim tentara jika diperlukan. Namun, saya rasa itu tidak akan diperlukan,” ujar Trump dalam forum tersebut.
Menurut Trump, setidaknya ada dua negara yang menyatakan keinginan untuk melakukan intervensi langsung dan “memberi pukulan telak kepada Hamas”. Meski demikian, ia menyebut kelompok tersebut telah menyampaikan komitmen untuk melucuti senjata.
Trump juga menegaskan komitmen Amerika Serikat untuk memastikan pengelolaan Gaza berjalan baik di seluruh wilayahnya, terutama dalam fase rekonstruksi pascakonflik.
Pembentukan Dewan Perdamaian diumumkan Trump pada Januari lalu dengan mengundang sekitar 50 negara untuk bergabung. Berdasarkan keterangan Gedung Putih, forum tersebut bertujuan mendukung rekonstruksi Gaza sekaligus membuka jalur menuju perdamaian jangka panjang di kawasan.
Sejumlah kepala negara dan perwakilan tinggi hadir dalam pertemuan perdana tersebut, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto yang memenuhi undangan resmi dari Presiden AS.
Selain Indonesia, negara yang turut hadir antara lain Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Kazakhstan, Hungaria, Pakistan, Paraguay, Uzbekistan, Vietnam, serta Mesir.
Rangkaian acara meliputi pembukaan oleh Presiden Trump, pemaparan tokoh-tokoh kunci Dewan Perdamaian, pernyataan para pemimpin negara anggota, hingga pemungutan suara dan penetapan resolusi bersama.
Forum ini menjadi langkah diplomatik baru Washington dalam merespons dinamika konflik di Gaza, sekaligus menguji sejauh mana komitmen internasional dapat dikonsolidasikan untuk mendorong stabilitas kawasan. (rih)

