Tradisi Lebaran Ketupat, Warga Kota Probolinggo Mulai Berburu Janur

Must read

KOTA PROBOLINGGO || Jelang perayaan Lebaran Ketupat, masyarakat Kota Probolinggo mulai sibuk berburu janur sebagai persiapan untuk merayakan tradisi Kupatan. Aktivitas ini terlihat di pasar tradisional Pasar Kronong Kecamatan Mayangan, di mana pembeli mulai berdatangan untuk mencari janur guna membuat ketupat.

Astuti, salah satu pembeli, mengungkapkan bahwa ia sudah mulai mencari janur untuk merayakan Lebaran Ketupat bersama keluarga. “Saya ingin merayakan Lebaran Ketupat dengan anak cucu di rumah. Ketupat adalah bagian dari tradisi yang sudah turun temurun,” ujarnya.

Seorang penjual janur, mengatakan bahwa ia sudah mulai berjualan janur sejak dua hari lalu. Meskipun pembeli belum begitu ramai, Harto memprediksi permintaan akan meningkat pada H-2 dan H-1 menjelang perayaan. “Harga janur yang saya jual mulai dari Rp. 25.000, hingga Rp. 35.000, per ikat,” terangnya, Kamis (3/4/25).

Kami juga menjual selongsong ketupat yang sudah jadi, dengan harga Rp 8 ribu rupiah per paket yang berisi 10 selongsong. Namun, ia mencatat ada sedikit kenaikan harga tahun ini, sekitar 3 ribu rupiah per ikat. Ia berharap permintaan tetap meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Harto.

Lebaran Ketupat atau Kupatan merupakan tradisi yang sangat penting sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalani puasa Ramadan. Tradisi ini diisi dengan berbagai hidangan khas, dan ketupat menjadi salah satu menu utama yang disajikan dalam perayaan tersebut.

Dengan semangat yang tinggi, masyarakat Kota Probolinggo terus melestarikan tradisi Lebaran Ketupat, menjadikannya sebagai bagian penting dari budaya lokal.(Choy)

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article