BerandaNusantaraTekan Inflasi Harga, Pemkot Probolinggo Dirikan “KOPI SIAGA, Ini...

Tekan Inflasi Harga, Pemkot Probolinggo Dirikan “KOPI SIAGA, Ini Tujuannya

Kabarmetro.id, KOTA ROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Probolinggo membuat terobosan baru untuk mengendalikan dan menstabilkan harga di pasar.Pemkot Probolinggo bersama TPID dan dibantu semua stakeholder mendirikan “ KOPI SIAGA “ Toko Pengendali Inflasi Harga di Pasar Baru Jalan Panglima Sudirman Kecamatan Mayangan. Senin (1/4/24) pagi.

Pj (Pejabat) Walikota Probolinggo,Nurkholis mengatakan agar harga pasar itu terjamin atau dijual sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi). “ Di KOPI SIAGA itu, kita menjual beras, minyak dan gula dan lainnya,” terang Nukholis saat sidak.

Oleh karena itu, apabila ada warga yang belanja ke pasar lalu mendapati harga yang tidak sesuai dengan HET, maka warga itu bisa langsung membeli di Toko ini. Alhasil, dengan adanya Toko pengendali inflasi ini bisa menjaga harga beras, minyak, dan gula di pasaran, sehingga para pedagang itu tidak lagi menjual di atas HET.

“Ini hasil diskusi TPID dengan semua stakeholder di Kota Probolinggo, sehingga kita terus bersinergi untuk menjaga stabilitas harga.. Insyaallah kalau kita bergerak bersama pasti bisa mengendalikan inflasi di Kota Probolinggo,” terangnya.

Sementara itu, Kepala DKPPP (Dinas Ketahanan Pangan,Perikanan dan ertanian ), Aries Santoso mengatakan Pemkot Probolinggo melalui TPID terus berupaya menekan inflasi. Selain melakukan operasi pasar yang secara berkala digelar di pasar-pasar tradisional, TPID juga telah membuka gerai beras yang dinamai “ KOPI SIAGA “ Toko Pengendali Inflasi Harga

“Ini adalah salah satu upaya dari Pemkot Probolinggo untuk menekan atau mengendalikan inflasi, khususnya untuk komoditi beras. Di Pasar Niaga ini didirikan “ KOPI SIAGA” , ungkap Aries.

Aries juga menjelaskan “KOPI SIAGA “ ini lebih difungsikan sebagai stokist. Yaitu, gerai yang menyediakan komoditi tertentu seperti beras,gula dan lainnya. Sedangkan untuk ketersediaan komoditinya, TPID berkolaborasi dengan Bulog.

Menurutnya, dengan langkah tersebut bisa melakukan intervensi terhadap kenaikan harga atau kelangkaan komoditi. “Sebab, Toko Pengendali Inflasi Harga ini bisa mendistribusikan komoditi beras dari Bulog itu dari gerai kepada pedagang di pasar atau langsung ke masyarakat.

“KOPI SIAGA ini tetap akan mendistribusikan beras tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Sehingga, harga beras ditargetkan untuk terus stabil dan tidak ada lonjakan harga,” jelas Aries. (Choy)