LAMPUNG UTARA || Banyaknya pemberitaan beberapa sekolah tingkat menengah atas dan kejuruan di Provinsi Lampung tentang dengan dugaan tidak laksanakan pemeliharaan sekolah dan mengabaikan kebersihan lingkungan sekolah disanggah oleh pihak sekolah SMK negeri 1 Bukit Kemuning Kabupaten Lampung Utara melalui Waka Sarana & Prasarana Qori Harfiah. S. Pd, dirinya menyatakan bahwa pihak sekolah telah melakukan pemeliharaan dan perawatan sekolah secara bertahap dan dengan skala prioritas.
Perawatan dan pemeliharaan sekolah, menurut Waka Sarpras, telah dilakukan secara rutin sejak tahun 2022 dari sarana penunjang pendidikan hingga sarana gedung sekolah, seperti pengecatan ruang kelas dan kantor, penambahan pintu jeruji besi, pembuatan atap penghubung kelas hingga pembuatan gerbang sekolah.
“Kalau pemeliharaan dan perawatan sesuai jumlah dan juknis, kami sudah lakukan sejak beberapa tahun yang lalu dan yang terakhir kami membuat gerbang sekolah,” jelas Qory.
Terkait pemberitaan yang menyudutkan SMK negeri 1 Bukit Kemuning, Qory hanya bisa tersenyum, menurutnya itu ranahnya awak media sebagai sosial kontrol, namun Qory menyayangkan pemberitaan yang dianggap tidak berimbang tersebut.
“Terkait pemberitaan di beberapa media memang itu menjadi tugas seorang Jurnalis, tetapi kami menyayangkan tidak berimbangnya pemberitaan itu,” ujarnya.
Bendahara Komite SMK negeri 1 Bukit Kemuning, Hi. Slamet menerangkan, pihaknya bersama sekolah sejak tahun 2022 sudah melakukan perawatan dan pemeliharaan sekolah dan sudah banyak yang Komite lakukan untuk menunjang proses belajar mengajar para siswa.
“Saya selalu Komite yang juga sebagai penyambung aspiriasi dari orang tua siswa selalu komunikasi dengan baik antara sekolah dan orang tua siswa sehingga apa yang kami kerjakan untuk sekolah para orang tua siswa mengetahui dan selalu support demi kemajuan anak-anaknnya,”jelanya.
Disinggung terkait ruang kelas yang telah rusak, Bendahara Komite menjelaskan bahwa ruang kelas yang rusak tersebut yang saat ini sudah masuk dalam pemberitaan beberapa media, Hi. Slamet menjelaskan secara detail bahwa ruang kelas yang rusak itu sejak tahun 2017 kondisinya seperti itu, dan pihak sekolah telah mengajukan proposal bantuan namun hingga saat ini belum terealisasi.
“Kalau ruang kelas yang rusak itu bukan karena pihak sekolah nggak merehabnya, karena perlua biaya yang sangat besar, pihak sekolah juga sudah tiga kali membuat proposal tapi memang belum di akomodir, bukan sengaja terbengkalai,” tutup Slamet.

